air mata ini, menetes lagi
seiring turunnya hujan yang tak kunjung reda
semoga hujan ini membawaku ke dalam peluknya
mata ini, tak dapat lagi menahan
terkadang, perihnya hati bisa menjebolkan semuanya
lalu terciptalah aliran deras dipipi
hati ini, sebenarnya sangat rapuh
dia bisa hancur layaknya puing puing bangunan
tapi tetap kokoh pondasinya, karena kasih sayang
aku,
atas nama cinta
mewakili hati, raga dan jiwaku...
Duniaku. Duniamu. Dunia Kita.
-
Tentang semua yang terjadi, yang mereka rasakan, yang kita rasakan.
6 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar