itu kata yang terucap dibibir sore ini.
tapi lihatlah apa yang ku tulis sekarang.
lagi-lagi tentangmu yang tak pernah bisa ku hilangkan.
bukan tak bisa katamu, tapi aku yang tak pernah mau mencoba.
ya, aku memang tak pernah mau mencoba.
tak akan pernah! bahkan untuk sekalipun.
bukan karna aku tak mampu, aku ingin bahkan sangat ingin melupakanmu.
tapi hati dan logika berbalik lagi ke arahmu setelah aku mencoba pergi dan hilangkan mu dari sini!
aku terperangkap, dalam ruang yang bernama hati.
hari ini, kamu kembali.
menoleh lagi padaku, untuk mengulang apa yang pernah terjadi.
tapi lihat, aku sama sekali tak melihat hatimu menoleh lagi kesini.
apa yang sebenarnya terjadi dengan kita saat ini?
kamu menjelaskan semuanya, aku diam, kamu mulai genggam tanganku, lalu aku menangis.
itu hal yang jarang, bahkan tak pernah lagi terjadi saat bulan sembilan itu berlalu.
itu salah satu hal yang ku rindukan, sayang.
genggaman tanganmu yang buatku merasa tenang.
aku menangis sejadi-jadinya saat semua yang ada disini tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata lagi.
"maaf, jika perhatianku ini salah"
begitu katamu, lalu kamu beranjak dan melangkah pergi.
aku mulai angkat bicara, bicara semua yang aku rasa selama ini. selama kamu tak ada disini tepatnya.
"aku gak bisa"
Kamu genggam tanganku, dan raih tubuhku untuk kamu dekap.
"aku kangen. aku kangen kita yang dulu. yang suka jalan bareng, keluyuran gajelas, ngobrol bareng, yang tiap malam kalo aku kebangun aku recokin kamu, mimpi bareng. aku capek, aku pengin kamu ada untuk sms aku tiap pulang kuliah, temenin aku ngobrol sampe larut malam."
kamu genggam tanganku lagi.
"pernah gak sih kamu merasa kaya gini?"
pernah jawabmu.
"kamu fikir aku gampang melupakanmu? ini gak mudah, dhiah. kamu perempuan yang nyakitin aku tapi aku dengan bodohnya masih terima kamu."
aku diam.
"kemarin, teman-teman baca blog ku, aku posthing puisi-puisi yang pernah kamu kasih sama aku, mereka tanya aku "ini setiap anniv dikasih, mar?" ku jawab ya. lalu dia pujimu, Zuhri romantis ya.. sambil membayangkan kalo lelaki yang mereka punya sekarang sepertimu. lalu kapan kamu buat puisi untukku lagi?"
"hatiku sudah mati"
aku hanya diam.
dan waktu berlalu begitu saja.
begitu cepat mengupas semua kenangan yang pernah terjadi antara kita.
lalu kamu pulang.
"kapan kita bisa jalan lagi? jangan lupa makan, jangan nakal, sekolah yang bener, rambutnya potong biar rapi, jangan lupa shalat!"
dan, lagi-lagi adanya perpisahan antara kita..
"It's late at night and neither one of us is sleeping, I can't imagine livin' my life after you gone. I keep on searching for the reason "why we went wrong? where is our yesterday?" you and I could use it right now"
ini lagu yang kamu beri untukku, Just Take My Heart.
0 komentar:
Posting Komentar