Kamis, 04 Juli 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

Cinta Ini?

Hai hai, namaku Nita Wulandary. Sebut aja aku Nita. sekarang aku duduk disalah satu sekolah swasta di Jakarta. tempat yang jadi kisah awal perjalanan hidupku juga kisah cintaku.
Aku kelas X 1. Anak yang masih polos-polosnya karna baru keluar dari SMP. Aku ini salah satu siswi yang tenar karna ramah loh! hahaha, cuma modus doangan kok :P biar dikenal seantero sekolah. *eh
sangking tenarnya, aku sampe punya nama panggilan tersendiri. mereka selalu bilang aku 'Putri SMP' (Selesai Modusin Pergi) hadduh -_-
disini jugalah aku dapet yang namanya 'pembalasan'. mungkin karna sering modusin orang kali yah sampe cintaku bertepuk sebelah kaki. *eh tangan maksudnya :P

jadi gini, someday, waktu aku lagi ditatar (sekarang namanya MOPDB), aku disuruh buat surat cinta dihari akhir acara ini sama kakak-kakak OSIS yang menyebalkan itu.
huh, bayangin. masa surat cintaku yang pertama ini buat kakak-kakak OSIS yang nyatanya sama sekali gak ada yang kece badai ini sih? -_-
UNTUNGNYA, masih ada salah satu dari mereka yang menurutku, yaaah lumayan kece sih.
Namanya Rommy Adriansyah. Dia anak XI IPA 2, yang nggak tenar tapi terkenal disekolah (?)

So, waktu acara tatar menatar itu selesai, aku pulang sendiri. dengan kantong kresek dilingkar dibadanku, tangan kanan pegang sapu terbang, tangan kiri pegang tong sampah, dan kaos kaki yang setara dengan warna pelangi.
kalo dibayangin, aku ini seperti nenek sihir yang mau nyulik kucing tetangga. huh *usapkeringet
hari ini KEBETULAN (maaf caps jebol) cuaca sedang tidak ada toleransi sama aku. itu kondisinya lagi panas banget dan aku harus tenteng menenteng barang-barang ini sampe rumah *OMG
eeh, tiba-tiba pahlawan kesiangan datang dengan motor ninjanya *ngeeeengg dan menawarkan tumpangan ke Putri SMP *asyikasyik

"Nita, mau pulang bareng?" ajak Ka' Rommy waktu itu.
"Oh, boleh kak. tapi apa gak keberatan?" *ingetberatbadan.
"ah nggak kok. rumah kamu dimana dek?"
"kalo dirumahmu boleh gak kak? biar kita satu atap :P" buseet, kakak kelas juga di modusin loh!
"hahaha, bisa aja kamu ini. serius dimana?"
"di Sunter kak, yang sebelah-sebelahan sama kolam renang besar tuh!" (baca laut).
"oh, disitu. yaudah bareng aja. kita searah kok.." paksanya.

well, mumpung dia maksa, aku naikin aja motor ninjanya itu, dan ngeeeengg, sapu terbangku kalah cepet sama motornya:0 *plaakk
dalam waktu 15 menit aku bisa sampe rumah dengan motornya. sapu terbangku bener-bener kalah canggih sama motor pahlawan kesiangan ini -_-
dan.... lihatlah rambutku. sekarang aku bener-bener jadi nenek sihir yang siap menculik kucing anggora milik tetangga. HAHAHAHA.

"Assalamu'alaikum, maah.. aku pulaaang" *adeganbukapintu*
"Wa'alaikumsalam...(?)" *tetapberdiridepanpintu

sepertinya mamaku tercinta ini kagum liat anaknya yang sudah berubah jadi nenek sihir -_-

"mah, are you okay?" *sokinggris.
"yah, I wanna say. if your're so beautiful, my little angel!"
"what did you say, mom? I'm so beautiful with my clothes like this?!"
aku langsung berlari ke kamar dan meninggalkan mamah yang sepertinya akan menyukaiku dan mulai menciumku dengan berlebihan itu -_-

*Kriiiiiiiiingggg*

alarm pagi pun berbunyi. lebih awal dari ayam-ayam diluar rumahku yang masih molor itu. Aku langsung bergegas ke kamar mandi *bbbrrrr airnya melebihi air kulkas didapur ._.v
aku berangkat sekolah pukul 6 pagi. tak kusangka, pahlawan kesiangan yang kemarin mengantarku pulang sudah ngejogrok didepan rumahku.

"ngapain kak?" tanyaku.

pagi ini udara masih sejuk, masih pagi juga. jadi energi buat memulai modus masih belom kuat *eh

"mau jemput kamu lah, Nit. masa jemput ondel-ondel?" Katanya.
"maksud loh kak?!"
"hehe, justkid. jangan marah gitu dong. nanti cantiknya hilang"

loh? kok jadi dia yang modusin gue sih? -_-

"ah, ngomong sana lo kak sama tembok. jangan sama gue. gue mah marah ataupun gamarah tetep aja cantik" *pedemodeon.
"yaudah naik. kamu sukanya mengulur waktu."

akupun naik ke motor ninjanya itu. oke, kali ini dia jalan lebih lambat dari yang kemarin. mungkin, otak dia sedang waras 0.0

*Di Sekolah*

ntah ada angin apa, cewe-cewe seantero sekolah pada bengong liatin aku sama Ka Rommy boncengan motor. mungkin yang ada dipikiran mereka "kok bisa ya pahlawan kesiangan ini boncengin Putri PMS yang terkenal modusnya itu?"
huh. aku berusaha untuk positive thingking, dan well pertanyaan demi pertanyaan meluncur bagai rocket yang ingin terbang ke bulan.
seketika aku merasa jadi "Artis Sehari" yang lagi digosipin pacaran sama Pahlawan Kesiangan itu.

"lo jadian sama dia, Nit?
"jadian apaan sih?"
"itu, lo dianterin sekolah. lo dijemput sama dia kerumah kan?"
"iya, terus kenapa?"
"dia jemput lo kerumah? lo serius?"
"sejak kapan sih lo jadi wartawan kaya begini?"
"mulai hari ini gue yang bakal jadi wartawan yang hobbynya kepoin lo tiap hari"
"gak penting deh. mending urusin urusan lo sendiri daripada kepoin gue. tugas sekolah lo numpuk kaya cucian noh!"
"ah, terserah apa kata lo. pokoknya gue tetep akan kepoin lo tiap hari"
"huh, up to you lah" *ngeloyorpergi.
"eh eh, lo mau kemana?"
"toilet pria, mau ikut lo?"
"(?)"
aku hampir gapernah tau apa yang ada diotak mereka sampe bilang kalo aku ini jadian sama Pahlawan Kesiangan itu.
padahal, baru deket aja 2 minggu yang lalu. udah di gosipin kaya begini.
tiba-tiba ada yang berdiri percis depan congor ku.

"Temenin aku ke mall yuk?"
"Mau ngapain kak?"
"Beli kado untuk adik kakak"
"Oh, emang kapan ulang tahunnya?"
"15 April, kakak mau kasih dia kado istimewa, nanti kamu bantu milih yaa"
"hm, okke deh kak. asal asuransi ada ditangan kakak :P"
"hahaha, tenang aja. semua kakak yang bayarin deh kalo mau makan atau minum :P"
"yah, asal jangan bohong aja"
"ngga, sayangggg"

what? dia panggil aku sayang loh! duh, rasanya kaya terbang nembus langit deh. seorang Putri SMP yang tadinya suka modusin orang malah dimodusin sama orang. payah!

*Sebuah Toko Baju*

"adik kakak suka baju warna apa?"
"dia sih masih kelas X, Nit. jadi sukanya kalo ngga ping ya ungu"
"Wah, sama banget kaya aku, kak!" seruku.
"Kamu juga suka Ping dan Ungu?"
"Suka banget kak, itu warna favoritku malahan. kak, gimana kalo bajunya yang ini. bagus kak modelnya."
"oke deh."

Selesai membeli baju, kita pun makan sebelum balik kerumah. yah, maklum cacing-cacing diperut udah pada demo dari tadi.
kita pulang agak malem, sekitar jam 8 baru sampe rumah. kayanya kita terbawa suasana sampe lupa waktu.

*Di depan Rumah*

"Thanks ya, Nit udah temenin aku"
"Iya, kak. sama-sama"
"Besok, pulang bareng lagi ya. aku tungguin"
"Sip deh kak."
"Aku pamit dulu, Nit. byeeee"
"Daaah, hati-hati ya kak"

mulai dari situ. aku ngerasa ada yang aneh sama diriku. aku mulai cemburu sometimes kalo liat dia pulang atau berangkat sekolah bareng cewe lain.
aku mulai suka kepoin kehidupannya. kurasa, aku mulai jatuh cinta sama Pahlawan Kesiangan ini.
hah? jatuh cinta? tukang modus kok bisa jatuh cinta?




*Esoknya*

Makin lama aku makin dekat sama si Pahlawan Kesiangan itu. Bahkan, dia pernah bilang kalau aku ini segala-galanya untuk dia. *duhNitamasukjebakannih!
Sampai masalah keluarga pun tak tanggung-tanggung dia ceritakan kepadaku.
Huh, aku sampai berfikiran dia suka terhadapku. Kalian tahu? Perhatian Pahlawan Kesiangan itu mampu buat hatiku meleleh seperti es batu. *alaymodeon
Hari demi hari, aku semakin menyayanginya. Bahkan, aku sudah mulai merasa takut kehilangannya :'(
Sudahlah, aku tak boleh berharap lebih kepadanya. Belum tentu juga kan dia merasakan hal yang sama denganku.
Siangnya, aku menemuinya di Kantin Sekolah. Niatku untuk mengundangnya ke acara hari ulang tahunku yang diadakan seminggu lagi.

"Hey, kak!"
"Hey! Kirain siapa. duduk Nit."
"Hehe, lagi sibuk ya kak? Kayanya daritadi kuliatin ga lepas dari buku walaupun di Kantin?"
"Iya nih dek, deadline soalnya. Harus dikumpulin besok pagi."
"Oh.. Hm, kak?"
"Iya? ngomong aja dek."
"Hm, bisa dateng ke acara ultah ku gak?"
"kapan?"
"15 April"
"15 April? Hmm, kalo bisa, nanti aku dateng ya"
"Oke deh kak, aku tunggu ya. aku balik ke kelas dulu."
"udah cuma itu doang? kirain mau temenin kakak disini"
"heheh, iya.. ngga mau ah. nanti jadi kambing conge, ditemenin tapi ga diajak ngobrol."
"hahaha, kamu ini bisa aja. yaudah, sampai ketemu pulang nanti yah"
"oke kak, byeee"
"byeee"

*Seminggu kemudian*

Sikap Kak Rommy makin baik terhadapku. Hatiku dibuat mabuk karenanya, tiap bertemu Jantungku terasa berdebar, tanganku dingin, grogi, takut, senang, bercampur jadi satu.
Ntahlah, apa ini yang dinamakan cinta? Aku bingung.
Selepas pulang sekolah, aku kembali mengingatkan Kak Rommy tentang Birthday Party'ku nanti malam.

"Jangan lupa kak, nanti malam dateng. aku tunggu loh!"
"Iya, sayang. tenang aja, aku pasti dateng kok"
"Sayang? Oh my God, mimpi apa aku semalam sampai dia bilang sayang sama aku?" seruku dalam hati.

*Jam 20.00*

Aku menunggu si Pahlawan Kesiangan itu yang tak kunjung datang. Sedangkan pestaku sudah hampir mau dimulai.
Aku akan sangat kecewa bila orang yang kutunggu-tunggu kedatangannya benar-benar tidak hadir.
"Nit, kita mulai yuk pestanya, kasian teman-temanmu, sudah menunggu dari tadi" ajak mama.
"okey, ma" jawabku lemas.
"Happy Birthday to you, Happy Birthday to you, Happy Birthday Happy Birthday, Happy Birthday Nita"

Teman-teman menyanyikan lagu Selamat Ulang tahun untukku. Ini acara ultahku yang ke-16.
Hari dimana aku mulai beranjak dewasa.
Setelah 30 menit acara dimulai, tak ku sangka sosok yang ku tunggu pun muncul.

"Nit, Happy Birthday ya. Sorry aku telat" Sebuah kado dan pelukan menjadi hadiah istimewa untukku malam ini.
"Kadonya? ini bukannya kado yang dibeliin buat adik kakak kan?"
"kamu kan adik kaka, kakak gamau ngecewain kamu, ini surprize buat ultah kamu"
"makasih ya kak." aku tersenyum.
"Aku boleh ngomong berdua sama kamu?"
"Boleh, kak"
"Tapi ngga disini, ditaman sana"

*Di Taman*

"Kakak kesini sendirian?"
"ngga kok, kakak sama Lita. Lita, sini..." *Lita menghampiri keduanya.
"Kenalin, ini adik kelas aku yang sering aku ceritain ke kamu, Say."
"Say? dia pacarnya?" ucapku dalam hati.
"Nita, kenalin, ini Pacar aku. aku belom pernah cerita tentang dia ya ke kamu. lain kali aku cerita ya" *senyumlebar

Jantungku berdegub kencang. Kakiku seketika lemas, aku tak pernah menyangka orang yang kukasihi sudah mempunyai kekasih.
Ini seperti jatuh ketimpa tangga, ditambah lagi duren. Aku hanya terdiam, berdiri menatapi sosok perempuan disebelahnya.
inikah yang dinamakan "karma"? ini rasanya sakit hati? aku yang biasanya mempermainkan hati mereka, sekarang aku yang di permainkan?
Air mataku jatuh membasahi pipi. Ini rasanya sakit sekali, aku tidak pernah menyangka jika perasaanku harus berakhir seperti ini.
aku dipertemukan dengan sosok seorang perempuan ditengah acara pesta ulang tahunku, yang ternyata dia adalah kekasih dari seorang yang amat kusayangi.

"Jadi selama ini, aku hanya seorang adik? berarti selama ini juga cintaku tak pernah terbalas?" ucapku sambil menangis.
"Maksudmu, Nit?"

ntahlah, aku tak pernah bisa menahan diriku untuk menangis. aku pergi meninggalkan mereka berdua dengan harapan yang sirna.
aku berjanji, takkan pernah lagi mempermainkan hati seseorang, dan takkan pernah lagi menyimpan harapan kepada Pahlawan Kesiangan itu.
Setelah hari itu, aku pergi dari Kota Jakarta yang membosankan ini.
Aku pergi meninggalkan setumpuk harapan yang tak pernah dapat tergapai.
Ditempat neneklah sekarang aku tinggal. Aku tidak pernah ingin bertemu lagi dengan Pahlawan Kesiangan itu.
Bagiku, kejadian kemarin itu adalah hal yang sangat menyakitkan.


Sudah 2 tahun aku tinggal disini. HAHAHA, pergi menghilang begitu saja tanpa mengabari siapapun.
Dan kurasa, aku mulai membaik. Aku mulai mencoba untuk membuka akunku yang tak pernah lagi ku tengok sejak dua tahun lalu.
Ada ratusan pesan dari teman-temanku, dan ada 5 pesan mencurigakan dari "Pahlawan Kesiangan".
Seingatku, aku tak pernah mempunyai teman dengan nama "Pahlawan Kesiangan" di akunku ini.
Tapi yaudahlah, aku mencoba untuk melihat akun profilnya. Dia orang yang bersekolah disekolah yang sama denganku dulu.
Tapi, setahun lebih tua dariku, berarti dia adalah kakak kelasku. Profil ini semakin mencurigakan. Ini mengingatkan ku kembali dengan dia yang dulu kusebut Pahlawan Kesiangan.
Aku mulai membuka koleksi album fotonya, dan ternyata benar. Akun ini milik Rommy Adriansyah.

"untuk apa dia menghubungiku lagi?" gumamku dalam hati.

Aku menutup akunnya dan kembali ke profilku. Ku buka lagi pesan-pesan dari temanku yang menurutku penting.
Seketika, muncul keinginan untuk membaca dan membalas pesannya.
Well, kubuka lagi pesan darinya.

(30 April 2002)

"Dear, Nita.
Hay, maaf mengganggumu. Aku hanya ingin minta maaf padamu tentang kejadian dihari ulang tahunmu kemarin.
Aku benar-benar menyesal sudah membawa Lita kehadapanmu.
Ku fikir, kamu tak pernah menyimpan perasaan yang sama denganku saat itu.
Makannya, ku putuskan untuk menjadikan Lita kekasihku. Hanya untuk pelampiasan.

Rommy Adriansyah"

(31 Desember 2002)

"Dear, Nita.
Hay, kemana dirimu? Aku selalu menunggumu disekolah, berharap kau hadir dan kembali mengisi hari-hariku.
Baiklah, aku tau ini berat. Aku minta maaf padamu, benar-benar minta maaf.
Hubunganku sudah selesai dengan Lita. Sebulan setelah hari ulang tahunmu.
Nit, aku benar-benar menyayangimu..

Rommy Adriansyah"






(15 April 2003)

"Dear, Nita.
Hay, Happy Birthday yah ke-17. Sudah setahun kau menghilang tanpa kabar. Harus sampai kapan aku menunggumu lagi?
Aku benar-benar merindukanmu, maafkan aku, Nit..

Rommy Adriansyah"

(11 May 2003)

"Dear, Nita.
Hay Nit. apa kabarmu hari ini? Ini sudah ke 4 kalinya kamu tak membalas pesanku. Dimana kamu sekarang?

Rommy Adriansyah"

(15 April 2004)

"Dear, Nita.
Happy Birthday ke 18, Nit. Aku berharap baik untukmu. Semoga disana kau selalu sehat.
Aku tak pernah tahu bagaimana dan dimana kamu sekarang. Tapi kuharap, kita bisa dipertemukan lain waktu.
Maaf, baru sempat mengabarimu lagi. Aku sibuk dengan Kuliah ku. Jaga dirimu baik-baik yaa.
Aku menyayangimu..

Rommy Adriansyah"

Tak ada perasaan sama sekali yang kurasa setelah membaca pesannya. Perasaanku sudah benar-benar mati untuknya.
Baiklah, aku akan membalas pesannya.

(20 April 2004)

"Hay, terimakasih atas ucapan ulang tahunnya. Aku baik-baik saja.
Bagaimana denganmu, kak?"

"Alhamdulillah, kau membalas pesanku juga. Aku juga baik-baik saja Nit.
Dimana kamu sekarang?"

"Dirumah nenek"

"Kenapa menghilang begitu saja tanpa memberiku kabar?"

"Kakak bukan siapa-siapaku. Untuk apa aku mengabarimu?"

"Ya, benar. Aku memang bukan siapa-siapamu."

"ya"

hm, itu obrolan singkatku dengannya. Rasanya amat dingin. Ya, aku memang tak pernah mau obrolan kita menjadi hangat, seperti dulu.
Tahun ini tahun ajaran didik baru. Setelah aku lulus SMA, aku memutuskan untuk masuk disalah satu Universitas di Bandung dengan mengambil Jurusan Sastra Indonesia (Fakultas Ilmu Bahasa dan Budaya).
Ini Universitas Impianku. Disini, aku akan belajar dan terus menekuni profesiku sebagai penulis. HAHAHA.*Penulisgadungantepatnya :P
Ternyata banyak orang-orang yang hijrah dari Jakarta ke Bandung hanya untuk menempuh pendidikan. Aku salah satu orang yang beruntung mendapat tempat duduk disini, yeeeahhh :D
Sekarang kuliah ku memasuki semester 3. Tepatnya akhir bulan di tahun 2005.
ntahlah, tiba-tiba aku merindukan Kota Jakarta yang sumpek itu. Kali ini aku memutuskan untuk berlibur tahun baru disana. Bersama Mama Papahku tercinta :D dan abang tersayangku.

Aku berangkat dari Bandung pukul 8 Pagi, sengaja dari sini pagi agar siang tidak kena Traffic Jam. Sampai jakarta kiranya pukul 11 Siang.
Ohh, my homeeeeeyyyy... I miss you puuuullll.
my badroom, sudah 3 tahun lebih kamar ini tak kutiduri.
Huh, aku melihat foto-foto MOS ku 3 tahun lalu di dinding. Aku berjalan sedikit lebih masuk kedalam kamar.
Masih tertata rapi seluruh Novelku, Tulisanku, bersama album ini?
Ku coba buka perlahan. Lembar demi lembar ku buka. Aku kembali melihat kenanganku bersama Pahlawan Kesiangan itu.
Tiba-tiba, butiran kristal emas membasahi pipi dan albumku ini. Aku menangis haru. Ini masih ada disini, dikamarku bersama seluruh kenangan dan tentangnya.
Aku coba berjalan menjauhi meja belajarku, menengok ke arah kolam renang yang terletak dilantai satu.
ya, disana.. disana aku merayakan hari ulang tahunku dengan penuh duka. hahahaa.
STOP! Aku tak boleh menangis seperti ini.
Aku keluar kamar, menuju meja makan. Tak terasa, cacing diperutku sudah meronta-ronta minta makan, sedangkan aku malah asyik mengenang masa lalu. Damn!

Aku hanya seminggu berada di Jakarta. Aku harus kembali lagi ke Bandung karena ada urusan mendadak.
yah, urusan kuliah. itu memang hal yang menyebalkan -_-

Minggu malam aku sampai dirumah nenek. Nenek sudah berdiri didepan pintu untuk menyambutku pulang.

"Assalamu'alaikum, Nek. Sehat ajakan selama aku tinggal?"
"Wa'alaikumsalam. iya' alhamdulillah nenek sehat. gimana liburannya di Jakarta? Puaskah?"
"Nggak, nek. ada urusan kampus yang buat aku mendadak pulang kaya gini -_- masuk yuk nek. kakek mana nek?"
"kakek udah tidur dari sore. tadi abis bantuin tetangga sebelah bersihin pekarangannya. kamu udah makan?"
"belom nek, hehehe. nenek masak apa nih hari ini?"
"masak kentang balado dong, kesukaan kamu." kata nenek sambil tersenyum.

Tiba-tiba ada seorang lelaki yang keluar dari kamarnya menuju halaman depan.

"itu siapa nek?" tanyaku penasaran.
"itu anak kost baru. dia ternyata kuliah di tempat kamu. Pindahan dari Jakarta dia. katanya sih mau nemuin hal baru disini"
"oh" jawabku sambil mengangguk.
"yaudah, makan dulu. nanti baru mandi. terus istirahat. besok kuliah kan?"
"iya, nek. besok kuliah. masuk jam 10 kok. tenang aja nek. hehehe"

*esok pagi*

"Pagi nek... pagi kek..." *sambilciumpipimereka.
"pagi juga.." sapa kakek nenek.
"ayo ayo, duduk. kita makan bareng-bareng. oya, Nit. coba kamu panggil mas-mas yang ada dikamar itu. ajak makan bareng sama kita."
"oke kek" jawabku.

tok tok tok...
tok tok tok...

"Pagi, mas.. maaf ganggu. dipanggil kakek. katanya diajak makan bareng"
"oh iya, selamat pagi..." seketika kami berdua diam. saling menatap.
"Nita?" tanyanya heran.
"kamu tinggal disini selama ini?" lanjutnya.
"oh, iya. ini rumah kakek nenek ku." aku langsung pergi meninggalkannya.

tak lama, dia menyusul keruang makan.

"selamat pagi semua" sambil tersenyum lebar.

aku hanya diam. kakek nenek ku berusaha untuk menyapanya balik.
ntahlah, rasanya sebel ada dia dirumah ini. makan paginya aja udah gak mood kaya begini.
apalagi harus berlama-lama tinggal satu atap sama dia, huh.

"kek, nek, aku langsung berangkat aja deh." berdiri dari meja makan.
"loh, kok buru-buru? kan belom makan. nanti kamu sakit loh!" kata kakek.
"makannya nanti aja kek di kampus. ada tugas deadline hari ini yang harus dikumpulin. daaah kek, nek. Assalamu'alaikum" aku langsung ngeloyor dengan mobil kodok ku.

kenapa sih dia harus muncul lagi? udah jauh-jauh, susah-susah move on dari dia, eh malah nongol lagi.
bikin bete aja itu orang. pake acara ngampus dikampus yang sama lagi.
ah, bakal ketemu tiap hari ini mah.

*dikampus*

"lu bete banget kenapa sih?"
"Pahlawan Kesiangan itu muncul lagi!"
"Pahlawan Kesiangan? Rommy maksud lu?
"iyalah, satu-satunya manusia yang gue sebut PAHLAWAN KESIANGAN kan cuma dia doang. gak ada yang lain lagi."
"kok bisa?"
"ya mana gue tau? dia ngekost dirumah nenek gue. satu kampus lagi sama kita. gila kan!"

tiba-tiba orang yang lagi aku omongin muncul didepanku.

"Nit, kamu kenapa menjauh?"

aku langsung pergi tinggalin taman itu dengan pura-pura ada jam pelajaran.
Pahlawan Kesiangan itu ngejar aku. nanya kenapa aku pergi gitu aja dan menjauh.

"Sorry kak, aku gada waktu. deadline"

sampe selesai ngampus pun aku berusaha untuk ga ketemu sama dia. dirumah juga seperlunya aku keluar kamar.
padahal dia berusaha cari cara agar dia bisa ngobrol sama aku.
ada niat buat pindah dan ngekost ditempat lain. cuman, aku gaenak sama kakek nenek.
aku udah numpang disini selama 3 tahun lebih, terus tiba-tiba aku pindah gara-gara ada manusia satu itu. Oh God, aku harus gimana? gumamku dalam hati.

someday, ada acara Farewell Party difakultas ku. ini acara dibuat untuk kasih piagam ke orang-orang yang berprestasi dalam bidang menulis cerpen.
Hahaha, dia ternyata diundang. Parahnya lagi aku baru tau dia juga ambil Fakultas Bahasa disini.
semakin betelah aku dibuatnya.
oke, acara itu dimulai pukul 7 malam. kakek nenek ku mengizinkan ku keluar karna itu acara kampus.
aku pergi sendiri malam ini. dengan mobil kodokku dan gaunku yang tak begitu mewah.
aku datang tepat pukul 7, pas dengan acaranya dimulai. aku melihat semua teman-teman kampusku cantik-cantik, ganteng-ganteng. tapi aku? ah, bodolah. aku ya aku.jangan disamakan dengan mereka. *aseeekkk :P
tiba-tiba, Pahlawan Kesiangan itu datang menghampiriku.

"kok sendiri, Nit?" tanyanya.
"iya, kurang pede kalo deket mereka"
"kurang pede kenapa? you're so beautifull"
"hm, makasih"
"orang gak pede itu jarang suksesnya loh!" katanya.
"kata siapa? aku sukses lupain kakak. tapi kenapa kakak dateng lagi?"
"itu namanya belom sukses. kalo kamu sukses, kamu gabakal menghindar waktu aku coba mulai dekatimu lagi."
"oh, begitu."
"mana pacarmu?"
"hah? pacar?"
"iyah, bukannya udah sukses lupain aku?"
"terus maksud kakak, mentang-mentang aku udah sukses lupain kakak, aku harus punya pacar gitu?"
"ya siapa tau ada yang mau sama tukang modus seperti mu :P" ledeknya.

huh. orang ini bener-bener buatku kembali ke masalalu.

"hallo? kenapa bengong?"
"ng, nggak apa-apa"
"oke, aku tau kamu masih marah sama aku tentang kejadian beberapa tahun lalu itu."
"lalu?"
"masih adakah kesempatan buatku?"
"kakak ini ngomong apa sih?"
"Nit, aku menyesal bawa Lita kehadapanmu"
"ya, aku tau itu"
"aku gapernah tau kalo kamu punya perasaan lebih sama aku saat itu"
"ya.."
"dan waktu aku tau kamu punya perasaan yang sama. aku nyesel kenapa harus Lita yang udah jadi pacar aku saat itu"
"ya"
"aku minta maaf, aku menyesal, benar-benar menyesal, aku menunggumu hadir ditaman sekolah waktu itu. tapi kamu malah menghilang entah kemana. dan kita baru ketemu sekarang."
"ya"
"kasih aku kesempatan lagi, Nit. aku mohon."
"gausah memohon kak, aku benci sebenarnya kakak muncul dihadapan ku lagi. bicara hal ini dihadapan aku. aku benci itu! aku berhasil lupain kakak, sekarang ngapain kakak hadir lagi dihidupku? tinggal dirumah nenek ku, ngampus dikampus yang sama denganku. kakak mau usik aku lagi, ha?"
"kamu membenciku?"
"iya, aku benci kakak! aku benci kenangan yang pernah kita lewatin! aku benci kenal kakak! aku benci!" aku keluar ruangan dan pergi ketaman. dia mengejarku, lalu memelukku dari belakang.
"aku minta maaf, Nit. aku menyayangimu."
"tolong lepas aku, kak"
"aku gak akan lepas kamu sebelum kamu maafin aku. Listen to me" dia membalikkan badanku. sekarang, kami berdua saling menatap.
"aku minta maaf, aku menyesal gak pernah peka sama perasaanmu, dihari istimewamu aku malah kecewain kamu, aku minta maaf. Nita, aku butuh kamu. Aku cuma menyayangimu. aku selalu mencarimu, pergi kerumahmu, masuk kedalam kamarmu untuk melepas kangenku ke kamu. aku bicara pada orang tuamu dan menanyakan dimana keberadaanmu. aku sengaja susul kamu kesini, pura-pura gak tahu ini rumah nenekmu, cuma untuk kamu. aku pengin kamu temenin aku, Nit. tolong, kasih aku kesempatan sekali lagi."

aku menangis, kali ini benar-benar menangis hebat. perasaan yang pernah hilang selama 4 tahun lalu itu, muncul dalam waktu satu bulan.
disini, di Bandung.
Pahlawan Kesiangan itu memelukku, memelukku sangat erat. dan untuk sekarang, aku benar-benar bisa merasakan perasaanku terbalas.
yaa, perasaan yang sempat kurasa 4 tahun lalu.

"aku janji, gak akan ada lagi yang lain. just you.." katanya meyakinkanku.

aku tak pernah tau harus bicara apa lagi terhadapnya. aku melepaskan pelukannya, dan pulang.
aku hanya ingin sendiri disini, sekali lagi ingin menyendiri. tanpa siapapun.
aku mengulang memory yang pernah ada bersamanya. kubuka lagi lembaran per lembaran dari albumku yang kita buat bersama.
indah, yaa sangat indah. alunan melodi pun mungkin akan kalah dengan cerita indah yang pernah kita buat selama hampir setahun itu.
hahaha, jangan berharap lagi Nita. kamu berhasil melupakannya, lalu kamu mau dengan mudah begitu saja terpancing dengan kata-katanya? *gumamku.

okey, akan ku buat keputusan. ini cinta, aku mencintainya bukan karena siapa dia, bukan karena gantengnya dia atau bukan karena kayanya dia.
aku benar-benar mencintainya saat aku mulai merasa aman dan nyaman didekatnya.
yaa, dia ceritaku, cerita yang selama ini aku kembangkan bersama manis pahitnya perjalanan cintaku.
cerita yang...menurutku bisa membuatku hidup, bertahan dalam perasaan yang tak biasa ini. perasaan yang disebut cinta.
yaa, aku masih mencintainya, aku benar-benar masih mencintainya. aku hanya...aku hanya pergi untuk menghilangkan sakit yang teramat dalam ini, tapi aku tak bisa bohong jika perasaan ku ini masih tersimpan selama 4tahun lamanya.
Oh, Tuhan.. aku harus apa sekarang?

tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. huh. apa mereka tidak bisa baca tulisan dipintu kamarku? bahwa aku sedang sibuk untuk malam ini.
mereka terus saja mengetuk-ngetuk pintu kamar. dan terpaksa kubuka.

"mau apalagi si ka?"
"aku tau kamu tak pernah bisa membohongi perasaanmu, Nit. aku bisa merasakan jika kamu tak membenciku. kamu masih menyimpan baik-baik hatimu untukku, kan?"
"darimana kakak tau? sejak kapan kakak jadi dukun hatiku, ha? mending sekarang kakak pergi. aku gak butuh kakak!"

aku kembali menutup pintu. dan kembali menangis. rasanya aku sudah keterlaluan sampai bicara seperti itu terhadapnya.
kenapa aku masih gengsi sih! Cinta itu gak ada kata gengsi Nita! gak ada!
pukul menunjukkan waktu sudah tengah malam. aku mencoba tidur berselimutkan dengan kegundahan hatiku.

*esok pagi*

huh, perasaanku sedikit lega pagi ini. tapi, coba lihat mataku, hitam seperti panda. sepertinya aku kebanyakan nangis dan kurang tidur semalaman ini.
aku bergegas ke kamar mandi untuk mempersiapkan diri. selesai itu aku langsung berpakaian santai dan menuju ruang makan.

"pagi, kek... nek..." sambil berusaha tersenyum kepada mereka.
"pagi juga.. kok gak salam sama Mas Rommy?" tanya kakek.
"Pagi mass" sambil tersenyum kecut.
"pagi juga, Nit" balasnya.
"nah, gitu dong! kita ini kan satu atap, gak boleh dingin kaya begini. harus berbaur satu sama lain, ya kan Nak Rommy?" lanjut kakek.
"Iya, kek. benar." balas Rommy.
"Nit, nanti temenin Mas Rommy jalan-jalan daerah sini yaa.." perintah kakek.
"kenapa harus Nita sih kek?" tanyaku heran.
"ya kan kamu sudah tau daerah sini. masa kakek sama nenek yang temani Mas Rommy jalan-jalan?"
"kenapa gak pakai Guide aja?" saranku.
"kalo pakai Guide kan musti bayar. Mas Rommy kan disini juga ngekost. bayar kuliah juga. nanti uangnya habis buat bayar Guide."
"ya itu derita dialah kek, bukan urusanku."
"kamu ini kenapa sih, Nit? tinggal temani saja kok pake banyak alasan segala?"
"yaudah, nanti aku temani jalan"
"nah, gitu dong.. itu baru cucu kakek yang baik"

kakek ini ada-ada aja yah mintanya. niatku cuti kampus itu emang buat libur. tapi bukan berlibur bareng orang satu itu!

"Nit, kita pergi sekarang gimana?"
"kemana?"
"tangkuban perahu"
"yaudah, aku siap-siap dulu"
"aku tunggu di mobil ya"
"ya"

duh, sebenernya males banget loh temenin si Pahlawan Kesiangan itu.
aku pergi sama dia pukul 9 pagi. yah, ketangkuban perahu. tempat kesukaannya mungkin, jadi visiting pertama kesana.
kami sampai pukul 10. dari rumah nenek ke tempat ini lumayan dekat. cuma butuh waktu sejam buat sampai kesini.
aku memang suka kesini, tempat ini indah. selain senang menulis, aku senang photograph. makannya gak heran dikamarku berentet segudang album dari masa kecilku sampe sekarang.

"kamu suka tempatnya?"
"yaa"
"indah bukan?"
"yaa" aku mulai memejamkan mata.
"apa yang kamu rasain?"
"damai"

tiba-tiba dia memelukku dari belakang. aku terkejut. ya, heran. kami ini bukan sepasang kekasih. tapi seperti sepasang kekasih.

"kalau begini?" tanyanya lagi masih tetap memelukku. aku hanya diam. ya, aku merasakan ketenangan saat itu. andai dia bisa mendengar suara hatiku tanpa harus aku bilang..
"Nita?" panggilnya.
"iya, kak?" jawabku pelan.
"bisa kita mulai semuanya dari awal lagi?" tanyanya.

jantungku berdegup kencang. ini saatnya aku bilang. jangan lagi sia-siakan kesempatan yang ada, Nit. *gumamku.

"Nit?" panggilnya lagi.
"iya?"
"bisakah kita mulai semuanya dari awal lagi?" tanyanya sama.

aku membalikkan tubuhku, melihat sorot matanya. ini ketulusan. yah, disana ada ketulusan.
lalu aku mengangkat kelingkingku kearahnya.

"berjanjilah" pintaku padanya.
"berjanji" ucapnya.
"takkan adalagi aku dan kamu sekarang"
"kenapa begitu?" tanyanya bingung.
"aku hanya ingin ada kita" jawabku.

dia tersenyum lebar, sekali lagi dia memelukku. menangis dipelukanku. berjanji dalam pelukku.
yah, dia milikku hari ini dan semoga untuk selamanya.

"aku mencintaimu, untukku, untuk mimpiku, untuk masa depanku, gatau kenapa harus kamu, tapi aku gabisa bohong.. aku sayang sama kamu" ucapku padanya..

0 komentar:

Posting Komentar