Sabtu, 13 Juli 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

Dear You...

dear, you.

aku gapernah tau apa yang terjadi (lagi) sama kita sekarang.
ya, aku mengaku salah.
aku.. ntahlah, seperti ada yang menusuk jantung ini.
ini seperti aku pertama kali melihat dan membacanya.
seketika, aku terbawa ceritamu. dan aku mulai menitikkan air mataku.
pikiranku keluar dari jalan sebelumnya.
aku mengikuti bagaimana cara kalian saling mencintai, dan itu.. indah :')
hihi, seharusnya aku sudah harus terbiasa dengan itu.
aku melihatnya setiap hari. bahkan tak pernah lupa.
hanya untuk sekedar menanamkan dihati

"lihat ini, mardhiah! dia bisa jadi yang terindah untuknya, mengapa kamu tak bisa? perempuan bodoh! payah!"

aku kembali menangisi diriku sendiri.

"itu waktu dimana aku benar-benar membencimu" katanya.

aku diam. pikiranku tetap melayang.

"kenapa aku ini? mau dimengerti tapi tak pernah mau mengerti. menuntut peka hati orang lain, tapi aku sendiri tak pernah peka. aku payah! egois!"

aku kembali terisak. "aku menyesal" itu yang terakhir keluar dari mulutku saat itu.

tak ada yang bisa kubuat lagi. lihat sekarang! mungkin dia mulai kembali membenciku.
padahal kemarin kita sangat baik. Ya Tuhan... :'(

aku sign out dari social network'nya.
dengan penuh keegoan dan kebodohanku.
aku menulis ini di social network milikku.

"kenangan gue udah berbatu nisan, tapi lo masih simpen cerita "kalian"!"

lalu ponselku mati, battery'nya habis.
ku charge ponselku, sementara untuk menunggunya, aku tidur.

malam itu, malam aku benar-benar merasa bahagia :'D sangking bahagianya aku tidak tidur untuk menyempatkan sedikit waktu membangunkannya untuk sahur, tapi ponselnya tidak aktif :(

pukul 10.00 pagi aku baru bangun.
ku aktifkan ponselku. beberapa sms masuk darinya.
dia bertanya ada apa denganku?

pagi itu, aku merasa lebih baik.
sedihnya sudah tak kurasakan lagi.
lalu ku membalas pesan darinya, meminta maaf karna terlambat membalas, lalu menjelaskan apa yang terjadi padaku. kubilang tidak apa-apa. aku hanya kaget melihat notemu tentangnya.

tidak ada balasan.

1 jam kemudian,
2 jam kemudian,
3 jam kemudian,

"ah, kalo seperti ini aku yang bisa gila sendiri! nunggu sms ga dateng-dateng". gumamku.

aku mengambil ponselku, mengetik pesan "hay" padanya. lalu mengirimnya.
dia membalas "apa?". hanya apa, dan dingin rasanya.
ada yang tidak beres.
aku bertanya lagi, terus bertanya sampai akhirnya dia bilang "kamu ini kenapa yah? nanya-nanya mulu"
tanganku gemetar, aku tak berani membalas pesannya lagi. kalo sudah begitu, kau biasanya sedang menahan amarah. aku menunggu.

tak berapa lama, dia mengirim pesan teks padaku.
"sudahlah, aku tak mau marah lagi."
aku hanya membalas "iya..."
lalu dia bertanya sedang apa, aku balas melamun.
aku...masih takut saat itu, tak berani bicara lebih padamu. aku takut kau semakin marah.

lalu, kau ceritakan hal konyol yang ku buat untukmu, tidak mau mengertimu, tapi saat kau ingin pergi, aku malah menahanmu dengan alasan sayang. ya, memang benar.
aku senang buatmu gakaruan. senang buatmu sakit hati dengan sikap konyolku, tak mengerti mu, tak pernah peka dengan hatimu. intinya, aku senang buatmu marah-marah.
tapi ini malah buatmu pergi dariku :'D hihihi. aku memang bodoh ya, ri.
jelas-jelas kau sudah banyak mengertiku, tapi aku masih tetap mengujimu u_u maaf untuk itu.

setelah itu, kau flashback tentangnya "Isma" yang hampir bahkan mungkin sudah berhasil merebutmu.
kau benar, aku gondok sebenarnya..
tapi, aku tak mau bilang. cukup kau tau dari caraku membalas pesanmu.
sebenarnya aku ingin berteriak "HENTIKAN!"
tapi aku urungkan niat itu, sepertinya kau senang buatku panas dengan ceritamu tentangnya, haha :D

aku tetap pada dinginku saat membalas smsmu.
lagi-lagi, aku melamun. terbawa tentang ceritamu.
yaampun, hari ini otakku benar-benar tak karuan.
sebegini cintanyakah aku sampai aku tak ingin kau diganggu siapa-siapa lagi :/ bahkan dengan ceritamu-ceritamu itu.. huh, itu menyebalkan pasti untukmu, ri u_u maaf sekali lagi...

lalu kau bilang "udahan ngobrolnya"
aku tak membalas.
aku diam, berfikir "untuk apa lama-lama kaya gini? mending diselesaiin"
aku ambil ponselku lagi.
tadinya ku fikir, masalahnya bener-bener udah selesai, tapi nyatanya kau tetap bersama dinginmu.
diakhir pembicaraan, waktu aku gatau lagi harus apa, smsku juga gak dibalas-balas, dan ditambah signalnya yang buruk sekali kau bilang
"yaudah. gua juga lagi bete sama lu."

DEG!
nyess banget rasanya dapet sms kaya gitu.
kita sempet debat sebentar, lalu kau tak membalas pesanku lagi.
"maafin aku" itu yang ku kirim kemudian.

0 komentar:

Posting Komentar