Minggu, 14 Juli 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

Jingga dan Ungunya

kapan lagi kau lihat?
inilah waktunya...
saat-saat kau melihat jingga dengan ungunya
coba kau bayangkan,
kita bisa bersama seperti mereka
lalu malam menjemput
memisahkan kita ditengah dinginnya kegelapan
"oh, jingga.. aku merindukanmu..." katanya.
cepatlah berakhir malam ini
agar esok kita bisa dipertemukan dalam dekap Kuasa-Nya
agar esok kita bisa bersenda gurau dalam kasih Sayang-Nya
sampai kita terpisahkan lagi,
dengan segala rindu yang menggebu dihati.
jingga dan ungunya..
Sabtu, 13 Juli 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

Dear You...

dear, you.

aku gapernah tau apa yang terjadi (lagi) sama kita sekarang.
ya, aku mengaku salah.
aku.. ntahlah, seperti ada yang menusuk jantung ini.
ini seperti aku pertama kali melihat dan membacanya.
seketika, aku terbawa ceritamu. dan aku mulai menitikkan air mataku.
pikiranku keluar dari jalan sebelumnya.
aku mengikuti bagaimana cara kalian saling mencintai, dan itu.. indah :')
hihi, seharusnya aku sudah harus terbiasa dengan itu.
aku melihatnya setiap hari. bahkan tak pernah lupa.
hanya untuk sekedar menanamkan dihati

"lihat ini, mardhiah! dia bisa jadi yang terindah untuknya, mengapa kamu tak bisa? perempuan bodoh! payah!"

aku kembali menangisi diriku sendiri.

"itu waktu dimana aku benar-benar membencimu" katanya.

aku diam. pikiranku tetap melayang.

"kenapa aku ini? mau dimengerti tapi tak pernah mau mengerti. menuntut peka hati orang lain, tapi aku sendiri tak pernah peka. aku payah! egois!"

aku kembali terisak. "aku menyesal" itu yang terakhir keluar dari mulutku saat itu.

tak ada yang bisa kubuat lagi. lihat sekarang! mungkin dia mulai kembali membenciku.
padahal kemarin kita sangat baik. Ya Tuhan... :'(

aku sign out dari social network'nya.
dengan penuh keegoan dan kebodohanku.
aku menulis ini di social network milikku.

"kenangan gue udah berbatu nisan, tapi lo masih simpen cerita "kalian"!"

lalu ponselku mati, battery'nya habis.
ku charge ponselku, sementara untuk menunggunya, aku tidur.

malam itu, malam aku benar-benar merasa bahagia :'D sangking bahagianya aku tidak tidur untuk menyempatkan sedikit waktu membangunkannya untuk sahur, tapi ponselnya tidak aktif :(

pukul 10.00 pagi aku baru bangun.
ku aktifkan ponselku. beberapa sms masuk darinya.
dia bertanya ada apa denganku?

pagi itu, aku merasa lebih baik.
sedihnya sudah tak kurasakan lagi.
lalu ku membalas pesan darinya, meminta maaf karna terlambat membalas, lalu menjelaskan apa yang terjadi padaku. kubilang tidak apa-apa. aku hanya kaget melihat notemu tentangnya.

tidak ada balasan.

1 jam kemudian,
2 jam kemudian,
3 jam kemudian,

"ah, kalo seperti ini aku yang bisa gila sendiri! nunggu sms ga dateng-dateng". gumamku.

aku mengambil ponselku, mengetik pesan "hay" padanya. lalu mengirimnya.
dia membalas "apa?". hanya apa, dan dingin rasanya.
ada yang tidak beres.
aku bertanya lagi, terus bertanya sampai akhirnya dia bilang "kamu ini kenapa yah? nanya-nanya mulu"
tanganku gemetar, aku tak berani membalas pesannya lagi. kalo sudah begitu, kau biasanya sedang menahan amarah. aku menunggu.

tak berapa lama, dia mengirim pesan teks padaku.
"sudahlah, aku tak mau marah lagi."
aku hanya membalas "iya..."
lalu dia bertanya sedang apa, aku balas melamun.
aku...masih takut saat itu, tak berani bicara lebih padamu. aku takut kau semakin marah.

lalu, kau ceritakan hal konyol yang ku buat untukmu, tidak mau mengertimu, tapi saat kau ingin pergi, aku malah menahanmu dengan alasan sayang. ya, memang benar.
aku senang buatmu gakaruan. senang buatmu sakit hati dengan sikap konyolku, tak mengerti mu, tak pernah peka dengan hatimu. intinya, aku senang buatmu marah-marah.
tapi ini malah buatmu pergi dariku :'D hihihi. aku memang bodoh ya, ri.
jelas-jelas kau sudah banyak mengertiku, tapi aku masih tetap mengujimu u_u maaf untuk itu.

setelah itu, kau flashback tentangnya "Isma" yang hampir bahkan mungkin sudah berhasil merebutmu.
kau benar, aku gondok sebenarnya..
tapi, aku tak mau bilang. cukup kau tau dari caraku membalas pesanmu.
sebenarnya aku ingin berteriak "HENTIKAN!"
tapi aku urungkan niat itu, sepertinya kau senang buatku panas dengan ceritamu tentangnya, haha :D

aku tetap pada dinginku saat membalas smsmu.
lagi-lagi, aku melamun. terbawa tentang ceritamu.
yaampun, hari ini otakku benar-benar tak karuan.
sebegini cintanyakah aku sampai aku tak ingin kau diganggu siapa-siapa lagi :/ bahkan dengan ceritamu-ceritamu itu.. huh, itu menyebalkan pasti untukmu, ri u_u maaf sekali lagi...

lalu kau bilang "udahan ngobrolnya"
aku tak membalas.
aku diam, berfikir "untuk apa lama-lama kaya gini? mending diselesaiin"
aku ambil ponselku lagi.
tadinya ku fikir, masalahnya bener-bener udah selesai, tapi nyatanya kau tetap bersama dinginmu.
diakhir pembicaraan, waktu aku gatau lagi harus apa, smsku juga gak dibalas-balas, dan ditambah signalnya yang buruk sekali kau bilang
"yaudah. gua juga lagi bete sama lu."

DEG!
nyess banget rasanya dapet sms kaya gitu.
kita sempet debat sebentar, lalu kau tak membalas pesanku lagi.
"maafin aku" itu yang ku kirim kemudian.

Aku...

air mata ini, menetes lagi
seiring turunnya hujan yang tak kunjung reda
semoga hujan ini membawaku ke dalam peluknya

mata ini, tak dapat lagi menahan
terkadang, perihnya hati bisa menjebolkan semuanya
lalu terciptalah aliran deras dipipi

hati ini, sebenarnya sangat rapuh
dia bisa hancur layaknya puing puing bangunan
tapi tetap kokoh pondasinya, karena kasih sayang

aku,
atas nama cinta
mewakili hati, raga dan jiwaku...

sakit ini...

sakit ini...
sakit yang selalu aku rasa,
waktu aku kembali melihat kebelakang,
ada dirimu, ada dirinya,
tidak ada aku

sakit ini...
sakit yang selalu aku rasa,
saat semua kembali terulang,
cerita indahmu, cerita indahnya,
menyatu jadi satu yang dinamakan "cinta"

sakit ini...
sakit yang selalu aku rasa,
saat berusaha bangkit dan tidak terpuruk,
tersenyum untukmu, untukku,
tapi bukan kita

sakit ini...
sakit yang selalu aku rasa,
atas seluruh kenanganku yang kubuang percuma,
untuk kita dihari ini,
tapi kau masih menyimpan kenanganmu.

terimakasih..
Kamis, 04 Juli 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

Yunita, Dana dan "Bey"

YUNITA, DANA, dan “BEY”
20102012

“Muharommi Eky Perdana” panggil aja dia Dana.
Adalah orang pertama dan terakhir yang Yunita sayang. Dia, enggak mau bohong lagi sama mamanya. Dia pernah bilang :
“kalau, Dana ditakdirkaan bersama lama sama gue, gue berterimakasih tapi kalau enggak juga enggak papa. hidup, itu pasti ada senang dan sedih.”
Yang dia ambil hikmahnya aja dari pengalaman yang pernah dia alamin. Katanya :
“intinya, belajar dari pengalaman.”
*20102012 19:31*
Yunita titipkan hati, cinta dan kasih sayangnya buat dia, Dana_bey. ya, dia berharap Dana bisa simpan itu semua dengan baik.
Yunita terima Dana bukan karna dia mau ngebuktiin ke Alfi (temannya) kalau dia masih bisa suka sama cowo. tapi, karena cinta yang mengalir secara perlahan yang ngebuat Yunita memilih untuk bersama Dana.
Alasan Yunita nerima Dana juga bukan karna wajahnya yang emang cakep tapi karna Dana bisa ngebuktiin ke Yunita kalau Dana bener cinta dan sayang sama dia. belaian dan usapan tangan ke kepala Yunita udah buat dia menilai Dana serius.
sejujurnya, Yunita itu salah satu cewe yang paling risih kalau tangannya dipegang sama cowo, dirangkul apalagi. tapi, enggak kalo sama Dana.
Yunita inget banget pas tanggal 20 juga. Dana, senderan dibahunya, dan itu bikin Yunita kaget. enggak lama pipinya Dana nyentuh pipi Yunita dan dia cuman bisa diem disitu.


“pas lagi cerita tentang bali dia duduk samping gue. gue senderan pas di dadanya dia. ckckck, dia deg-degan tenyata. Gue cuma bisa ketawa dalam hati. dia, ngelingkarin tangannya ke pinggang gue. dan untuk sekian kali gue kaget. tapi, jujur dalam pelukannya gue nyaman banget. rasanya gue nyaman dan aman dalam pelukan dia. dia pegang tangan gue, anehnya gue enggak sama sekali risih. ya ampun begitu cintakah gue sama dia ..” begitu kata Yunita.


*31 Oktober 2012*
yunita bilang jujur ke Dana, kalau Yunita kangen Dana. Selama Dana di Bali, mereka jarang smsan. Bukan bermaksud Yunita atau Dananya gak ada pulsa, atau Yunita sibuk dan Dana mau happy-happy. Tapi Yunita Cuma ngga mau ganggu wisata dia ke Bali. Dan karna alasan itulah Yunita kangen sama dia. Hahaha, lucu yah :D
“sekarang gini, siapa sih yang enggak kangen sama pacar kalau ditinggal jauh, ke Bali lagi. dan, disitu kita enggak sms dia padahal sms adalah cara satu-satunya kita lepas kangen.” Gitu curhat Yunita. :P
secuek-cueknya Yunita sama pacarnya, dia masih punya rasa kangen. Yunita pernah ngungkapin kalau dia kangen rasanya mau ketemu si Bey, ngobrol sama Bey, dan kalau dia berani, dia mau peluk Bey.
Sebenernya Yunita orangnya romantis kok (ROkok MAkaN graTIS) *eh. Tapi, masing-masing ngga ada yang mau ngalah buat ungkapinnya. Sama-sama keras kepala :D kaya gue dong sama OM ZUHRI :p berantem mulu ujungnya akur, wkakakaka. Yunita bilangnya sih emang karna kita berdua sayang.
“kangen itu nyiksa banget. gue, baru pertama kali ngerasain kangen yang berlebihan kaya gini .. hahaha malu sendiri. Kalau tadi pagi gue dicengcengin muka cerah gara-gara ayangnya dah mau pulang, gue seneng. gue, emang seneng dia pulang. tapi, dia pulang ke Jakarta pun gue juga enggak bakal ketemu dia. Dia, langsung pkl selama 6 bulan. oh my god, dah enggak ketemu 9 hari, terus enggak ketemu 6 bulan rasanya apa coba. galau banget pasti .. haha, enggak juga sih ,,, aku sayang kamu dana_bey. ” Yunita jujur nih.


Yunita ini, orangnya tulus, biarpun dikata Tomboy. Dia ngga pernah mau nyakitin orang lain. Menurutnya, lebih baik dia yang sakit daripada orang lain, apalagi orang yang dia sayangin.
Gak cuma tulus, Yunita kalo udah mencintai bakal jadi orang terlebay sedunia loh! Percaya gak? Gue sih percaya~ dia pernah nangis seg-segukan sampe terbayang beberapa kenangan bersama si Dana. dari waktu mos dan terakhir waktu dia jalan sama gue ke KFC.
“selama 2 bulan ini enggak ada yang spesial. karna, selama gue sama dia. gue, enggak pernah ketemu dia. 6 hari kemarin adalah hari terakhir gue ketemu dia. lumayanlah .. ehm, hari ini adalah hari dimana gue enggak ketemu dia selama 20 hari. dari tanggal 13 kemarin ..”
Ini beberapa catatan yang gue temuin di buku coret-coretan gue :D hahahaha...
*20 Oktober 2012*
“adalah tanggal yang enggak bakal pernah gue lupain . karnaa, itulah kado terindah selama gue hidup di tahun 2012.”
*27 Oktober 2012*
dia pergi ke Bali selama 8 hari. wow
*17 November 2012*
gue jemput dia pkl .. tanggal itu pas gue enggak ketemu dia selama 20 hari. dan, akhirnya ketemu. gue seneng bisa ketemu dia, dan gue seneng gue bisa meluk dia selama perjalanan ke rumah dia. *Dan sekarang gue enggak bisa meluk dia lagi. kalau, kata Mardhiah ironis memang. hahaa
*20 November 2012*
Anniv gue yang pertama. enggak ada yang spesial di tanggal. biasa aja.
Aduh, gue lupa tanggalnya pas dia libur pkl dateng ke sekolah. dan, akhirnya dia ikut nyelawat. inget banget gue ngomel" diboncengin dia, abis gaya"an lepas tangan. kan bikin orang ngejerit. pulang dari nyelawat kita pulang bareng naik 03.. hening tu disitu ngobrol juga semuanya aja. dia, nyuruh ikut pulang ke arah rumahnya. ya, emang bisa sih. tapi, gue nolak karna kakak gue ada di rumah. bisa mampus gue kalau pulang sore.
*6 Desember 2012*
hari pertama ujian. dia nungguin gue pulang. tapi, sayangnya gue kaga pulang".. akhirnya dia pulang duluan. haahaa, kasian yaa
*20 Desember 2012*
tanggal Anniv gue yang ke 2. disitu dia janji mau lebih perhatian lagi sama gue.. haha, omdo dia sama aja cuek" juga.
*30 Desember 2012*
semunyaa telah berakhir enggak ada kata Kita . tapi, hanya guee dan dia .
kalau dia tanyaa kenapa gue putus samaa dia, gue enggak bisa jawab. karna, gue juga binggung apa alasannya gue bisa putus ama diaa .
. engggak tau kenapaa gue punyaa instingg gue akan putuss sama dia hari itu . and, than gue putus .
. kalaau lo nanyain apa lo masih sayaang sama dia . yaa, gue masih sayang sama diaa . dia akan jadi orang pertama dan terakhir gue sayang sampai kapan pun .
. gue enggak tau apa yang terjadi . gue enggak pernah minta apa" dari dia, gue cuman minta dia ngasih kabarr ke gue doangg . gue, selaluu sms duluan ..
. apaa, gue terlaluu sempurna buaat dia . atau gue terlalu kurangg segalanya di mata dia .
. guee mimpii aneh sebelum semua tinggal kenangann . gue mimpi kalaau gue dipisahin samaa dia. dan, saat itu gue sadarr . semuanyaa akan berakhirr .
.. gue sayangg elo .
malem tanggal itu gue sms dia bey. dia jawab apa sayang. gue, sempet ketawa pas baca sms dari dia.
yunita: lama banget ya balesnya, memecahkan rekor. ehm, kemarin tidur jam berapa?
dia: Jam 1. emang kenapa?
yunita: jiahh, kenapa enggak tidur subuh aja sekalian.
dia disitu balesnya lama banget adalah 15 menit. terus, gue sms lagi : lama ya balesnya.
dia: ribet lo
yunita: ohh, gitu. ok, gue enggak bakal sms lo lagi. makan tu sayang lo.
dia: ciyus?
yunita: gue lagi enggak nafsu buat bercanda.
dia: lo kira gue bercanda apa. wow banget
yunita: kalau mau ngajak berantem bilang mumpung gue lagi emosi ni
dia: lo yang ngajakin berantem duluan
yunita: lo kali yang ngajakin berantem duluan. kalau, mau ngajak berantem. mendingan, enggak usah bales sms gue.
dia, enggak bales.
yunita: pikirin aja pkl lo. jangan mikirin gue.
gue tanya berani enggak lo mutusin gue.
dia: gue lagi males berantem.
dia: ok.deal
yunita: ok. deal maksudnya
dia : deal apaan?
yunita: mana gue tau elo yang sms ok.deal
dia enggak bales
yunita: lo masih sayang enggak sih sama gue. kamu, masih sayang enggak sih sama aku bey?
dia: maunya
yunita: serius romi
dia: serius bubar kaka yunita.
yunita : ohh, udah bubar. yaudah ..

......................................................................................................
dia: maafin gue ya ka. selama ini banyak kesalahan sama kaka. love you bey
yunita: ya enggak papa . nama tengah lo emang nyebelin. udah ah jangan buat gue nangis. love you too bey. met taun baruan tanpa gue ya.
dia: makasih buat semuanya yang udah lo kasih sama gue ka.. maaf kalo ada kata2 yang kurang berkenan selama ini..
yunita: gue seneng kok lo dah bisa marah. gue nyuruh lo mutusin gue karna gue enggak mau liat lo sakit kaya kemarin. gue dah janji ke Tuhan. kalau, lo akan jadi orang yang pertama gue sayang. udah, gih tidur. besok pkl juga.
dia: yaudah..
yunita: ehm

......................................................................................................
sebenernya gue masih sayang sama lo. dan, sampai kapan pun lo akan jadi orang yang gue sayang. love you so much dana_bey


lah, kenapa? kok gue jadi enggak nafsu makan gini. masa sih gara" dia doang. hahaa, drama deh.

tapi fakta yang ada ...
1. dia bisa buat orang yang ceria selalu ketawa jadi murung. dan, cuman bisa tersenyum ke orang lain.
2. dia bisa buat orang yang suka makan jadi enggak nafsu makan.
3. dia bisa buat gue tidur tanpa ada mimpi.
. 31 Desember .

Kalian tau gak? Tepat tanggal 1 Januari 2013. Dirumah gue. Pagi-pagi jam 10. Tiba-tiba Yunita ngerangkul gue, nangis diguling kesayangan gue, seg-segukan. Gue baru kali ini liat temen gue yang satu itu putus cinta. Ah, perasaan dia itu bener-bener tulus buat lo ya, Bey ?

Cinta Ini?

Hai hai, namaku Nita Wulandary. Sebut aja aku Nita. sekarang aku duduk disalah satu sekolah swasta di Jakarta. tempat yang jadi kisah awal perjalanan hidupku juga kisah cintaku.
Aku kelas X 1. Anak yang masih polos-polosnya karna baru keluar dari SMP. Aku ini salah satu siswi yang tenar karna ramah loh! hahaha, cuma modus doangan kok :P biar dikenal seantero sekolah. *eh
sangking tenarnya, aku sampe punya nama panggilan tersendiri. mereka selalu bilang aku 'Putri SMP' (Selesai Modusin Pergi) hadduh -_-
disini jugalah aku dapet yang namanya 'pembalasan'. mungkin karna sering modusin orang kali yah sampe cintaku bertepuk sebelah kaki. *eh tangan maksudnya :P

jadi gini, someday, waktu aku lagi ditatar (sekarang namanya MOPDB), aku disuruh buat surat cinta dihari akhir acara ini sama kakak-kakak OSIS yang menyebalkan itu.
huh, bayangin. masa surat cintaku yang pertama ini buat kakak-kakak OSIS yang nyatanya sama sekali gak ada yang kece badai ini sih? -_-
UNTUNGNYA, masih ada salah satu dari mereka yang menurutku, yaaah lumayan kece sih.
Namanya Rommy Adriansyah. Dia anak XI IPA 2, yang nggak tenar tapi terkenal disekolah (?)

So, waktu acara tatar menatar itu selesai, aku pulang sendiri. dengan kantong kresek dilingkar dibadanku, tangan kanan pegang sapu terbang, tangan kiri pegang tong sampah, dan kaos kaki yang setara dengan warna pelangi.
kalo dibayangin, aku ini seperti nenek sihir yang mau nyulik kucing tetangga. huh *usapkeringet
hari ini KEBETULAN (maaf caps jebol) cuaca sedang tidak ada toleransi sama aku. itu kondisinya lagi panas banget dan aku harus tenteng menenteng barang-barang ini sampe rumah *OMG
eeh, tiba-tiba pahlawan kesiangan datang dengan motor ninjanya *ngeeeengg dan menawarkan tumpangan ke Putri SMP *asyikasyik

"Nita, mau pulang bareng?" ajak Ka' Rommy waktu itu.
"Oh, boleh kak. tapi apa gak keberatan?" *ingetberatbadan.
"ah nggak kok. rumah kamu dimana dek?"
"kalo dirumahmu boleh gak kak? biar kita satu atap :P" buseet, kakak kelas juga di modusin loh!
"hahaha, bisa aja kamu ini. serius dimana?"
"di Sunter kak, yang sebelah-sebelahan sama kolam renang besar tuh!" (baca laut).
"oh, disitu. yaudah bareng aja. kita searah kok.." paksanya.

well, mumpung dia maksa, aku naikin aja motor ninjanya itu, dan ngeeeengg, sapu terbangku kalah cepet sama motornya:0 *plaakk
dalam waktu 15 menit aku bisa sampe rumah dengan motornya. sapu terbangku bener-bener kalah canggih sama motor pahlawan kesiangan ini -_-
dan.... lihatlah rambutku. sekarang aku bener-bener jadi nenek sihir yang siap menculik kucing anggora milik tetangga. HAHAHAHA.

"Assalamu'alaikum, maah.. aku pulaaang" *adeganbukapintu*
"Wa'alaikumsalam...(?)" *tetapberdiridepanpintu

sepertinya mamaku tercinta ini kagum liat anaknya yang sudah berubah jadi nenek sihir -_-

"mah, are you okay?" *sokinggris.
"yah, I wanna say. if your're so beautiful, my little angel!"
"what did you say, mom? I'm so beautiful with my clothes like this?!"
aku langsung berlari ke kamar dan meninggalkan mamah yang sepertinya akan menyukaiku dan mulai menciumku dengan berlebihan itu -_-

*Kriiiiiiiiingggg*

alarm pagi pun berbunyi. lebih awal dari ayam-ayam diluar rumahku yang masih molor itu. Aku langsung bergegas ke kamar mandi *bbbrrrr airnya melebihi air kulkas didapur ._.v
aku berangkat sekolah pukul 6 pagi. tak kusangka, pahlawan kesiangan yang kemarin mengantarku pulang sudah ngejogrok didepan rumahku.

"ngapain kak?" tanyaku.

pagi ini udara masih sejuk, masih pagi juga. jadi energi buat memulai modus masih belom kuat *eh

"mau jemput kamu lah, Nit. masa jemput ondel-ondel?" Katanya.
"maksud loh kak?!"
"hehe, justkid. jangan marah gitu dong. nanti cantiknya hilang"

loh? kok jadi dia yang modusin gue sih? -_-

"ah, ngomong sana lo kak sama tembok. jangan sama gue. gue mah marah ataupun gamarah tetep aja cantik" *pedemodeon.
"yaudah naik. kamu sukanya mengulur waktu."

akupun naik ke motor ninjanya itu. oke, kali ini dia jalan lebih lambat dari yang kemarin. mungkin, otak dia sedang waras 0.0

*Di Sekolah*

ntah ada angin apa, cewe-cewe seantero sekolah pada bengong liatin aku sama Ka Rommy boncengan motor. mungkin yang ada dipikiran mereka "kok bisa ya pahlawan kesiangan ini boncengin Putri PMS yang terkenal modusnya itu?"
huh. aku berusaha untuk positive thingking, dan well pertanyaan demi pertanyaan meluncur bagai rocket yang ingin terbang ke bulan.
seketika aku merasa jadi "Artis Sehari" yang lagi digosipin pacaran sama Pahlawan Kesiangan itu.

"lo jadian sama dia, Nit?
"jadian apaan sih?"
"itu, lo dianterin sekolah. lo dijemput sama dia kerumah kan?"
"iya, terus kenapa?"
"dia jemput lo kerumah? lo serius?"
"sejak kapan sih lo jadi wartawan kaya begini?"
"mulai hari ini gue yang bakal jadi wartawan yang hobbynya kepoin lo tiap hari"
"gak penting deh. mending urusin urusan lo sendiri daripada kepoin gue. tugas sekolah lo numpuk kaya cucian noh!"
"ah, terserah apa kata lo. pokoknya gue tetep akan kepoin lo tiap hari"
"huh, up to you lah" *ngeloyorpergi.
"eh eh, lo mau kemana?"
"toilet pria, mau ikut lo?"
"(?)"
aku hampir gapernah tau apa yang ada diotak mereka sampe bilang kalo aku ini jadian sama Pahlawan Kesiangan itu.
padahal, baru deket aja 2 minggu yang lalu. udah di gosipin kaya begini.
tiba-tiba ada yang berdiri percis depan congor ku.

"Temenin aku ke mall yuk?"
"Mau ngapain kak?"
"Beli kado untuk adik kakak"
"Oh, emang kapan ulang tahunnya?"
"15 April, kakak mau kasih dia kado istimewa, nanti kamu bantu milih yaa"
"hm, okke deh kak. asal asuransi ada ditangan kakak :P"
"hahaha, tenang aja. semua kakak yang bayarin deh kalo mau makan atau minum :P"
"yah, asal jangan bohong aja"
"ngga, sayangggg"

what? dia panggil aku sayang loh! duh, rasanya kaya terbang nembus langit deh. seorang Putri SMP yang tadinya suka modusin orang malah dimodusin sama orang. payah!

*Sebuah Toko Baju*

"adik kakak suka baju warna apa?"
"dia sih masih kelas X, Nit. jadi sukanya kalo ngga ping ya ungu"
"Wah, sama banget kaya aku, kak!" seruku.
"Kamu juga suka Ping dan Ungu?"
"Suka banget kak, itu warna favoritku malahan. kak, gimana kalo bajunya yang ini. bagus kak modelnya."
"oke deh."

Selesai membeli baju, kita pun makan sebelum balik kerumah. yah, maklum cacing-cacing diperut udah pada demo dari tadi.
kita pulang agak malem, sekitar jam 8 baru sampe rumah. kayanya kita terbawa suasana sampe lupa waktu.

*Di depan Rumah*

"Thanks ya, Nit udah temenin aku"
"Iya, kak. sama-sama"
"Besok, pulang bareng lagi ya. aku tungguin"
"Sip deh kak."
"Aku pamit dulu, Nit. byeeee"
"Daaah, hati-hati ya kak"

mulai dari situ. aku ngerasa ada yang aneh sama diriku. aku mulai cemburu sometimes kalo liat dia pulang atau berangkat sekolah bareng cewe lain.
aku mulai suka kepoin kehidupannya. kurasa, aku mulai jatuh cinta sama Pahlawan Kesiangan ini.
hah? jatuh cinta? tukang modus kok bisa jatuh cinta?




*Esoknya*

Makin lama aku makin dekat sama si Pahlawan Kesiangan itu. Bahkan, dia pernah bilang kalau aku ini segala-galanya untuk dia. *duhNitamasukjebakannih!
Sampai masalah keluarga pun tak tanggung-tanggung dia ceritakan kepadaku.
Huh, aku sampai berfikiran dia suka terhadapku. Kalian tahu? Perhatian Pahlawan Kesiangan itu mampu buat hatiku meleleh seperti es batu. *alaymodeon
Hari demi hari, aku semakin menyayanginya. Bahkan, aku sudah mulai merasa takut kehilangannya :'(
Sudahlah, aku tak boleh berharap lebih kepadanya. Belum tentu juga kan dia merasakan hal yang sama denganku.
Siangnya, aku menemuinya di Kantin Sekolah. Niatku untuk mengundangnya ke acara hari ulang tahunku yang diadakan seminggu lagi.

"Hey, kak!"
"Hey! Kirain siapa. duduk Nit."
"Hehe, lagi sibuk ya kak? Kayanya daritadi kuliatin ga lepas dari buku walaupun di Kantin?"
"Iya nih dek, deadline soalnya. Harus dikumpulin besok pagi."
"Oh.. Hm, kak?"
"Iya? ngomong aja dek."
"Hm, bisa dateng ke acara ultah ku gak?"
"kapan?"
"15 April"
"15 April? Hmm, kalo bisa, nanti aku dateng ya"
"Oke deh kak, aku tunggu ya. aku balik ke kelas dulu."
"udah cuma itu doang? kirain mau temenin kakak disini"
"heheh, iya.. ngga mau ah. nanti jadi kambing conge, ditemenin tapi ga diajak ngobrol."
"hahaha, kamu ini bisa aja. yaudah, sampai ketemu pulang nanti yah"
"oke kak, byeee"
"byeee"

*Seminggu kemudian*

Sikap Kak Rommy makin baik terhadapku. Hatiku dibuat mabuk karenanya, tiap bertemu Jantungku terasa berdebar, tanganku dingin, grogi, takut, senang, bercampur jadi satu.
Ntahlah, apa ini yang dinamakan cinta? Aku bingung.
Selepas pulang sekolah, aku kembali mengingatkan Kak Rommy tentang Birthday Party'ku nanti malam.

"Jangan lupa kak, nanti malam dateng. aku tunggu loh!"
"Iya, sayang. tenang aja, aku pasti dateng kok"
"Sayang? Oh my God, mimpi apa aku semalam sampai dia bilang sayang sama aku?" seruku dalam hati.

*Jam 20.00*

Aku menunggu si Pahlawan Kesiangan itu yang tak kunjung datang. Sedangkan pestaku sudah hampir mau dimulai.
Aku akan sangat kecewa bila orang yang kutunggu-tunggu kedatangannya benar-benar tidak hadir.
"Nit, kita mulai yuk pestanya, kasian teman-temanmu, sudah menunggu dari tadi" ajak mama.
"okey, ma" jawabku lemas.
"Happy Birthday to you, Happy Birthday to you, Happy Birthday Happy Birthday, Happy Birthday Nita"

Teman-teman menyanyikan lagu Selamat Ulang tahun untukku. Ini acara ultahku yang ke-16.
Hari dimana aku mulai beranjak dewasa.
Setelah 30 menit acara dimulai, tak ku sangka sosok yang ku tunggu pun muncul.

"Nit, Happy Birthday ya. Sorry aku telat" Sebuah kado dan pelukan menjadi hadiah istimewa untukku malam ini.
"Kadonya? ini bukannya kado yang dibeliin buat adik kakak kan?"
"kamu kan adik kaka, kakak gamau ngecewain kamu, ini surprize buat ultah kamu"
"makasih ya kak." aku tersenyum.
"Aku boleh ngomong berdua sama kamu?"
"Boleh, kak"
"Tapi ngga disini, ditaman sana"

*Di Taman*

"Kakak kesini sendirian?"
"ngga kok, kakak sama Lita. Lita, sini..." *Lita menghampiri keduanya.
"Kenalin, ini adik kelas aku yang sering aku ceritain ke kamu, Say."
"Say? dia pacarnya?" ucapku dalam hati.
"Nita, kenalin, ini Pacar aku. aku belom pernah cerita tentang dia ya ke kamu. lain kali aku cerita ya" *senyumlebar

Jantungku berdegub kencang. Kakiku seketika lemas, aku tak pernah menyangka orang yang kukasihi sudah mempunyai kekasih.
Ini seperti jatuh ketimpa tangga, ditambah lagi duren. Aku hanya terdiam, berdiri menatapi sosok perempuan disebelahnya.
inikah yang dinamakan "karma"? ini rasanya sakit hati? aku yang biasanya mempermainkan hati mereka, sekarang aku yang di permainkan?
Air mataku jatuh membasahi pipi. Ini rasanya sakit sekali, aku tidak pernah menyangka jika perasaanku harus berakhir seperti ini.
aku dipertemukan dengan sosok seorang perempuan ditengah acara pesta ulang tahunku, yang ternyata dia adalah kekasih dari seorang yang amat kusayangi.

"Jadi selama ini, aku hanya seorang adik? berarti selama ini juga cintaku tak pernah terbalas?" ucapku sambil menangis.
"Maksudmu, Nit?"

ntahlah, aku tak pernah bisa menahan diriku untuk menangis. aku pergi meninggalkan mereka berdua dengan harapan yang sirna.
aku berjanji, takkan pernah lagi mempermainkan hati seseorang, dan takkan pernah lagi menyimpan harapan kepada Pahlawan Kesiangan itu.
Setelah hari itu, aku pergi dari Kota Jakarta yang membosankan ini.
Aku pergi meninggalkan setumpuk harapan yang tak pernah dapat tergapai.
Ditempat neneklah sekarang aku tinggal. Aku tidak pernah ingin bertemu lagi dengan Pahlawan Kesiangan itu.
Bagiku, kejadian kemarin itu adalah hal yang sangat menyakitkan.


Sudah 2 tahun aku tinggal disini. HAHAHA, pergi menghilang begitu saja tanpa mengabari siapapun.
Dan kurasa, aku mulai membaik. Aku mulai mencoba untuk membuka akunku yang tak pernah lagi ku tengok sejak dua tahun lalu.
Ada ratusan pesan dari teman-temanku, dan ada 5 pesan mencurigakan dari "Pahlawan Kesiangan".
Seingatku, aku tak pernah mempunyai teman dengan nama "Pahlawan Kesiangan" di akunku ini.
Tapi yaudahlah, aku mencoba untuk melihat akun profilnya. Dia orang yang bersekolah disekolah yang sama denganku dulu.
Tapi, setahun lebih tua dariku, berarti dia adalah kakak kelasku. Profil ini semakin mencurigakan. Ini mengingatkan ku kembali dengan dia yang dulu kusebut Pahlawan Kesiangan.
Aku mulai membuka koleksi album fotonya, dan ternyata benar. Akun ini milik Rommy Adriansyah.

"untuk apa dia menghubungiku lagi?" gumamku dalam hati.

Aku menutup akunnya dan kembali ke profilku. Ku buka lagi pesan-pesan dari temanku yang menurutku penting.
Seketika, muncul keinginan untuk membaca dan membalas pesannya.
Well, kubuka lagi pesan darinya.

(30 April 2002)

"Dear, Nita.
Hay, maaf mengganggumu. Aku hanya ingin minta maaf padamu tentang kejadian dihari ulang tahunmu kemarin.
Aku benar-benar menyesal sudah membawa Lita kehadapanmu.
Ku fikir, kamu tak pernah menyimpan perasaan yang sama denganku saat itu.
Makannya, ku putuskan untuk menjadikan Lita kekasihku. Hanya untuk pelampiasan.

Rommy Adriansyah"

(31 Desember 2002)

"Dear, Nita.
Hay, kemana dirimu? Aku selalu menunggumu disekolah, berharap kau hadir dan kembali mengisi hari-hariku.
Baiklah, aku tau ini berat. Aku minta maaf padamu, benar-benar minta maaf.
Hubunganku sudah selesai dengan Lita. Sebulan setelah hari ulang tahunmu.
Nit, aku benar-benar menyayangimu..

Rommy Adriansyah"






(15 April 2003)

"Dear, Nita.
Hay, Happy Birthday yah ke-17. Sudah setahun kau menghilang tanpa kabar. Harus sampai kapan aku menunggumu lagi?
Aku benar-benar merindukanmu, maafkan aku, Nit..

Rommy Adriansyah"

(11 May 2003)

"Dear, Nita.
Hay Nit. apa kabarmu hari ini? Ini sudah ke 4 kalinya kamu tak membalas pesanku. Dimana kamu sekarang?

Rommy Adriansyah"

(15 April 2004)

"Dear, Nita.
Happy Birthday ke 18, Nit. Aku berharap baik untukmu. Semoga disana kau selalu sehat.
Aku tak pernah tahu bagaimana dan dimana kamu sekarang. Tapi kuharap, kita bisa dipertemukan lain waktu.
Maaf, baru sempat mengabarimu lagi. Aku sibuk dengan Kuliah ku. Jaga dirimu baik-baik yaa.
Aku menyayangimu..

Rommy Adriansyah"

Tak ada perasaan sama sekali yang kurasa setelah membaca pesannya. Perasaanku sudah benar-benar mati untuknya.
Baiklah, aku akan membalas pesannya.

(20 April 2004)

"Hay, terimakasih atas ucapan ulang tahunnya. Aku baik-baik saja.
Bagaimana denganmu, kak?"

"Alhamdulillah, kau membalas pesanku juga. Aku juga baik-baik saja Nit.
Dimana kamu sekarang?"

"Dirumah nenek"

"Kenapa menghilang begitu saja tanpa memberiku kabar?"

"Kakak bukan siapa-siapaku. Untuk apa aku mengabarimu?"

"Ya, benar. Aku memang bukan siapa-siapamu."

"ya"

hm, itu obrolan singkatku dengannya. Rasanya amat dingin. Ya, aku memang tak pernah mau obrolan kita menjadi hangat, seperti dulu.
Tahun ini tahun ajaran didik baru. Setelah aku lulus SMA, aku memutuskan untuk masuk disalah satu Universitas di Bandung dengan mengambil Jurusan Sastra Indonesia (Fakultas Ilmu Bahasa dan Budaya).
Ini Universitas Impianku. Disini, aku akan belajar dan terus menekuni profesiku sebagai penulis. HAHAHA.*Penulisgadungantepatnya :P
Ternyata banyak orang-orang yang hijrah dari Jakarta ke Bandung hanya untuk menempuh pendidikan. Aku salah satu orang yang beruntung mendapat tempat duduk disini, yeeeahhh :D
Sekarang kuliah ku memasuki semester 3. Tepatnya akhir bulan di tahun 2005.
ntahlah, tiba-tiba aku merindukan Kota Jakarta yang sumpek itu. Kali ini aku memutuskan untuk berlibur tahun baru disana. Bersama Mama Papahku tercinta :D dan abang tersayangku.

Aku berangkat dari Bandung pukul 8 Pagi, sengaja dari sini pagi agar siang tidak kena Traffic Jam. Sampai jakarta kiranya pukul 11 Siang.
Ohh, my homeeeeeyyyy... I miss you puuuullll.
my badroom, sudah 3 tahun lebih kamar ini tak kutiduri.
Huh, aku melihat foto-foto MOS ku 3 tahun lalu di dinding. Aku berjalan sedikit lebih masuk kedalam kamar.
Masih tertata rapi seluruh Novelku, Tulisanku, bersama album ini?
Ku coba buka perlahan. Lembar demi lembar ku buka. Aku kembali melihat kenanganku bersama Pahlawan Kesiangan itu.
Tiba-tiba, butiran kristal emas membasahi pipi dan albumku ini. Aku menangis haru. Ini masih ada disini, dikamarku bersama seluruh kenangan dan tentangnya.
Aku coba berjalan menjauhi meja belajarku, menengok ke arah kolam renang yang terletak dilantai satu.
ya, disana.. disana aku merayakan hari ulang tahunku dengan penuh duka. hahahaa.
STOP! Aku tak boleh menangis seperti ini.
Aku keluar kamar, menuju meja makan. Tak terasa, cacing diperutku sudah meronta-ronta minta makan, sedangkan aku malah asyik mengenang masa lalu. Damn!

Aku hanya seminggu berada di Jakarta. Aku harus kembali lagi ke Bandung karena ada urusan mendadak.
yah, urusan kuliah. itu memang hal yang menyebalkan -_-

Minggu malam aku sampai dirumah nenek. Nenek sudah berdiri didepan pintu untuk menyambutku pulang.

"Assalamu'alaikum, Nek. Sehat ajakan selama aku tinggal?"
"Wa'alaikumsalam. iya' alhamdulillah nenek sehat. gimana liburannya di Jakarta? Puaskah?"
"Nggak, nek. ada urusan kampus yang buat aku mendadak pulang kaya gini -_- masuk yuk nek. kakek mana nek?"
"kakek udah tidur dari sore. tadi abis bantuin tetangga sebelah bersihin pekarangannya. kamu udah makan?"
"belom nek, hehehe. nenek masak apa nih hari ini?"
"masak kentang balado dong, kesukaan kamu." kata nenek sambil tersenyum.

Tiba-tiba ada seorang lelaki yang keluar dari kamarnya menuju halaman depan.

"itu siapa nek?" tanyaku penasaran.
"itu anak kost baru. dia ternyata kuliah di tempat kamu. Pindahan dari Jakarta dia. katanya sih mau nemuin hal baru disini"
"oh" jawabku sambil mengangguk.
"yaudah, makan dulu. nanti baru mandi. terus istirahat. besok kuliah kan?"
"iya, nek. besok kuliah. masuk jam 10 kok. tenang aja nek. hehehe"

*esok pagi*

"Pagi nek... pagi kek..." *sambilciumpipimereka.
"pagi juga.." sapa kakek nenek.
"ayo ayo, duduk. kita makan bareng-bareng. oya, Nit. coba kamu panggil mas-mas yang ada dikamar itu. ajak makan bareng sama kita."
"oke kek" jawabku.

tok tok tok...
tok tok tok...

"Pagi, mas.. maaf ganggu. dipanggil kakek. katanya diajak makan bareng"
"oh iya, selamat pagi..." seketika kami berdua diam. saling menatap.
"Nita?" tanyanya heran.
"kamu tinggal disini selama ini?" lanjutnya.
"oh, iya. ini rumah kakek nenek ku." aku langsung pergi meninggalkannya.

tak lama, dia menyusul keruang makan.

"selamat pagi semua" sambil tersenyum lebar.

aku hanya diam. kakek nenek ku berusaha untuk menyapanya balik.
ntahlah, rasanya sebel ada dia dirumah ini. makan paginya aja udah gak mood kaya begini.
apalagi harus berlama-lama tinggal satu atap sama dia, huh.

"kek, nek, aku langsung berangkat aja deh." berdiri dari meja makan.
"loh, kok buru-buru? kan belom makan. nanti kamu sakit loh!" kata kakek.
"makannya nanti aja kek di kampus. ada tugas deadline hari ini yang harus dikumpulin. daaah kek, nek. Assalamu'alaikum" aku langsung ngeloyor dengan mobil kodok ku.

kenapa sih dia harus muncul lagi? udah jauh-jauh, susah-susah move on dari dia, eh malah nongol lagi.
bikin bete aja itu orang. pake acara ngampus dikampus yang sama lagi.
ah, bakal ketemu tiap hari ini mah.

*dikampus*

"lu bete banget kenapa sih?"
"Pahlawan Kesiangan itu muncul lagi!"
"Pahlawan Kesiangan? Rommy maksud lu?
"iyalah, satu-satunya manusia yang gue sebut PAHLAWAN KESIANGAN kan cuma dia doang. gak ada yang lain lagi."
"kok bisa?"
"ya mana gue tau? dia ngekost dirumah nenek gue. satu kampus lagi sama kita. gila kan!"

tiba-tiba orang yang lagi aku omongin muncul didepanku.

"Nit, kamu kenapa menjauh?"

aku langsung pergi tinggalin taman itu dengan pura-pura ada jam pelajaran.
Pahlawan Kesiangan itu ngejar aku. nanya kenapa aku pergi gitu aja dan menjauh.

"Sorry kak, aku gada waktu. deadline"

sampe selesai ngampus pun aku berusaha untuk ga ketemu sama dia. dirumah juga seperlunya aku keluar kamar.
padahal dia berusaha cari cara agar dia bisa ngobrol sama aku.
ada niat buat pindah dan ngekost ditempat lain. cuman, aku gaenak sama kakek nenek.
aku udah numpang disini selama 3 tahun lebih, terus tiba-tiba aku pindah gara-gara ada manusia satu itu. Oh God, aku harus gimana? gumamku dalam hati.

someday, ada acara Farewell Party difakultas ku. ini acara dibuat untuk kasih piagam ke orang-orang yang berprestasi dalam bidang menulis cerpen.
Hahaha, dia ternyata diundang. Parahnya lagi aku baru tau dia juga ambil Fakultas Bahasa disini.
semakin betelah aku dibuatnya.
oke, acara itu dimulai pukul 7 malam. kakek nenek ku mengizinkan ku keluar karna itu acara kampus.
aku pergi sendiri malam ini. dengan mobil kodokku dan gaunku yang tak begitu mewah.
aku datang tepat pukul 7, pas dengan acaranya dimulai. aku melihat semua teman-teman kampusku cantik-cantik, ganteng-ganteng. tapi aku? ah, bodolah. aku ya aku.jangan disamakan dengan mereka. *aseeekkk :P
tiba-tiba, Pahlawan Kesiangan itu datang menghampiriku.

"kok sendiri, Nit?" tanyanya.
"iya, kurang pede kalo deket mereka"
"kurang pede kenapa? you're so beautifull"
"hm, makasih"
"orang gak pede itu jarang suksesnya loh!" katanya.
"kata siapa? aku sukses lupain kakak. tapi kenapa kakak dateng lagi?"
"itu namanya belom sukses. kalo kamu sukses, kamu gabakal menghindar waktu aku coba mulai dekatimu lagi."
"oh, begitu."
"mana pacarmu?"
"hah? pacar?"
"iyah, bukannya udah sukses lupain aku?"
"terus maksud kakak, mentang-mentang aku udah sukses lupain kakak, aku harus punya pacar gitu?"
"ya siapa tau ada yang mau sama tukang modus seperti mu :P" ledeknya.

huh. orang ini bener-bener buatku kembali ke masalalu.

"hallo? kenapa bengong?"
"ng, nggak apa-apa"
"oke, aku tau kamu masih marah sama aku tentang kejadian beberapa tahun lalu itu."
"lalu?"
"masih adakah kesempatan buatku?"
"kakak ini ngomong apa sih?"
"Nit, aku menyesal bawa Lita kehadapanmu"
"ya, aku tau itu"
"aku gapernah tau kalo kamu punya perasaan lebih sama aku saat itu"
"ya.."
"dan waktu aku tau kamu punya perasaan yang sama. aku nyesel kenapa harus Lita yang udah jadi pacar aku saat itu"
"ya"
"aku minta maaf, aku menyesal, benar-benar menyesal, aku menunggumu hadir ditaman sekolah waktu itu. tapi kamu malah menghilang entah kemana. dan kita baru ketemu sekarang."
"ya"
"kasih aku kesempatan lagi, Nit. aku mohon."
"gausah memohon kak, aku benci sebenarnya kakak muncul dihadapan ku lagi. bicara hal ini dihadapan aku. aku benci itu! aku berhasil lupain kakak, sekarang ngapain kakak hadir lagi dihidupku? tinggal dirumah nenek ku, ngampus dikampus yang sama denganku. kakak mau usik aku lagi, ha?"
"kamu membenciku?"
"iya, aku benci kakak! aku benci kenangan yang pernah kita lewatin! aku benci kenal kakak! aku benci!" aku keluar ruangan dan pergi ketaman. dia mengejarku, lalu memelukku dari belakang.
"aku minta maaf, Nit. aku menyayangimu."
"tolong lepas aku, kak"
"aku gak akan lepas kamu sebelum kamu maafin aku. Listen to me" dia membalikkan badanku. sekarang, kami berdua saling menatap.
"aku minta maaf, aku menyesal gak pernah peka sama perasaanmu, dihari istimewamu aku malah kecewain kamu, aku minta maaf. Nita, aku butuh kamu. Aku cuma menyayangimu. aku selalu mencarimu, pergi kerumahmu, masuk kedalam kamarmu untuk melepas kangenku ke kamu. aku bicara pada orang tuamu dan menanyakan dimana keberadaanmu. aku sengaja susul kamu kesini, pura-pura gak tahu ini rumah nenekmu, cuma untuk kamu. aku pengin kamu temenin aku, Nit. tolong, kasih aku kesempatan sekali lagi."

aku menangis, kali ini benar-benar menangis hebat. perasaan yang pernah hilang selama 4 tahun lalu itu, muncul dalam waktu satu bulan.
disini, di Bandung.
Pahlawan Kesiangan itu memelukku, memelukku sangat erat. dan untuk sekarang, aku benar-benar bisa merasakan perasaanku terbalas.
yaa, perasaan yang sempat kurasa 4 tahun lalu.

"aku janji, gak akan ada lagi yang lain. just you.." katanya meyakinkanku.

aku tak pernah tau harus bicara apa lagi terhadapnya. aku melepaskan pelukannya, dan pulang.
aku hanya ingin sendiri disini, sekali lagi ingin menyendiri. tanpa siapapun.
aku mengulang memory yang pernah ada bersamanya. kubuka lagi lembaran per lembaran dari albumku yang kita buat bersama.
indah, yaa sangat indah. alunan melodi pun mungkin akan kalah dengan cerita indah yang pernah kita buat selama hampir setahun itu.
hahaha, jangan berharap lagi Nita. kamu berhasil melupakannya, lalu kamu mau dengan mudah begitu saja terpancing dengan kata-katanya? *gumamku.

okey, akan ku buat keputusan. ini cinta, aku mencintainya bukan karena siapa dia, bukan karena gantengnya dia atau bukan karena kayanya dia.
aku benar-benar mencintainya saat aku mulai merasa aman dan nyaman didekatnya.
yaa, dia ceritaku, cerita yang selama ini aku kembangkan bersama manis pahitnya perjalanan cintaku.
cerita yang...menurutku bisa membuatku hidup, bertahan dalam perasaan yang tak biasa ini. perasaan yang disebut cinta.
yaa, aku masih mencintainya, aku benar-benar masih mencintainya. aku hanya...aku hanya pergi untuk menghilangkan sakit yang teramat dalam ini, tapi aku tak bisa bohong jika perasaan ku ini masih tersimpan selama 4tahun lamanya.
Oh, Tuhan.. aku harus apa sekarang?

tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. huh. apa mereka tidak bisa baca tulisan dipintu kamarku? bahwa aku sedang sibuk untuk malam ini.
mereka terus saja mengetuk-ngetuk pintu kamar. dan terpaksa kubuka.

"mau apalagi si ka?"
"aku tau kamu tak pernah bisa membohongi perasaanmu, Nit. aku bisa merasakan jika kamu tak membenciku. kamu masih menyimpan baik-baik hatimu untukku, kan?"
"darimana kakak tau? sejak kapan kakak jadi dukun hatiku, ha? mending sekarang kakak pergi. aku gak butuh kakak!"

aku kembali menutup pintu. dan kembali menangis. rasanya aku sudah keterlaluan sampai bicara seperti itu terhadapnya.
kenapa aku masih gengsi sih! Cinta itu gak ada kata gengsi Nita! gak ada!
pukul menunjukkan waktu sudah tengah malam. aku mencoba tidur berselimutkan dengan kegundahan hatiku.

*esok pagi*

huh, perasaanku sedikit lega pagi ini. tapi, coba lihat mataku, hitam seperti panda. sepertinya aku kebanyakan nangis dan kurang tidur semalaman ini.
aku bergegas ke kamar mandi untuk mempersiapkan diri. selesai itu aku langsung berpakaian santai dan menuju ruang makan.

"pagi, kek... nek..." sambil berusaha tersenyum kepada mereka.
"pagi juga.. kok gak salam sama Mas Rommy?" tanya kakek.
"Pagi mass" sambil tersenyum kecut.
"pagi juga, Nit" balasnya.
"nah, gitu dong! kita ini kan satu atap, gak boleh dingin kaya begini. harus berbaur satu sama lain, ya kan Nak Rommy?" lanjut kakek.
"Iya, kek. benar." balas Rommy.
"Nit, nanti temenin Mas Rommy jalan-jalan daerah sini yaa.." perintah kakek.
"kenapa harus Nita sih kek?" tanyaku heran.
"ya kan kamu sudah tau daerah sini. masa kakek sama nenek yang temani Mas Rommy jalan-jalan?"
"kenapa gak pakai Guide aja?" saranku.
"kalo pakai Guide kan musti bayar. Mas Rommy kan disini juga ngekost. bayar kuliah juga. nanti uangnya habis buat bayar Guide."
"ya itu derita dialah kek, bukan urusanku."
"kamu ini kenapa sih, Nit? tinggal temani saja kok pake banyak alasan segala?"
"yaudah, nanti aku temani jalan"
"nah, gitu dong.. itu baru cucu kakek yang baik"

kakek ini ada-ada aja yah mintanya. niatku cuti kampus itu emang buat libur. tapi bukan berlibur bareng orang satu itu!

"Nit, kita pergi sekarang gimana?"
"kemana?"
"tangkuban perahu"
"yaudah, aku siap-siap dulu"
"aku tunggu di mobil ya"
"ya"

duh, sebenernya males banget loh temenin si Pahlawan Kesiangan itu.
aku pergi sama dia pukul 9 pagi. yah, ketangkuban perahu. tempat kesukaannya mungkin, jadi visiting pertama kesana.
kami sampai pukul 10. dari rumah nenek ke tempat ini lumayan dekat. cuma butuh waktu sejam buat sampai kesini.
aku memang suka kesini, tempat ini indah. selain senang menulis, aku senang photograph. makannya gak heran dikamarku berentet segudang album dari masa kecilku sampe sekarang.

"kamu suka tempatnya?"
"yaa"
"indah bukan?"
"yaa" aku mulai memejamkan mata.
"apa yang kamu rasain?"
"damai"

tiba-tiba dia memelukku dari belakang. aku terkejut. ya, heran. kami ini bukan sepasang kekasih. tapi seperti sepasang kekasih.

"kalau begini?" tanyanya lagi masih tetap memelukku. aku hanya diam. ya, aku merasakan ketenangan saat itu. andai dia bisa mendengar suara hatiku tanpa harus aku bilang..
"Nita?" panggilnya.
"iya, kak?" jawabku pelan.
"bisa kita mulai semuanya dari awal lagi?" tanyanya.

jantungku berdegup kencang. ini saatnya aku bilang. jangan lagi sia-siakan kesempatan yang ada, Nit. *gumamku.

"Nit?" panggilnya lagi.
"iya?"
"bisakah kita mulai semuanya dari awal lagi?" tanyanya sama.

aku membalikkan tubuhku, melihat sorot matanya. ini ketulusan. yah, disana ada ketulusan.
lalu aku mengangkat kelingkingku kearahnya.

"berjanjilah" pintaku padanya.
"berjanji" ucapnya.
"takkan adalagi aku dan kamu sekarang"
"kenapa begitu?" tanyanya bingung.
"aku hanya ingin ada kita" jawabku.

dia tersenyum lebar, sekali lagi dia memelukku. menangis dipelukanku. berjanji dalam pelukku.
yah, dia milikku hari ini dan semoga untuk selamanya.

"aku mencintaimu, untukku, untuk mimpiku, untuk masa depanku, gatau kenapa harus kamu, tapi aku gabisa bohong.. aku sayang sama kamu" ucapku padanya..
Senin, 01 Juli 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

Beginilah Caraku Mencintaimu

Beginilah Caraku Mencintaimu

Airmata...

Saat engkau berlinang airmata, kemarilah…
kuhapus airmatamu…
Kasih, ketahuilah, bahwa sebagaimana tumbuhan yang tumbuh dan berkembang dengan air, maka setiap tetes airmata itu… sebenarnya jua membuat jiwa dan hatimu tumbuh dan berkembang… percayalah…
Airmata membuat jiwa kita semakin bercahaya.
Berhentilah menangis, kekasihku…
Airmatamu ibarat lilin yang membuatku meleleh…
Airmata cinta serta mata air kasih…
Inilah yang membuat kisah kita abadi…
saat seseorang meneteskan airmata… sesungguhnya hatinya butuh belaian… jiwanya rindu sentuhan…
Sungguh, kata-kata mesra penuh cinta darimu yang dapat menjadi obat mujarab untuk ku.

Benci

Maaf, dalam kamus kehidupanku… sungguh tak ada kata “benci”.
Saat aku mencintaimu, padahal engkau membenciku… aku hanya berpikir bahwa engkau belum membuka pintu hatimu…
Semakin kau membenciku, semakin aku mencintaimu… Ketahuilah bahwa api kebencian yang berada di hati seseorang itu sesungguhnya adalah nyala lilin yang menghangatkan hatinya dan menerangi jiwanya. Jagalah api itu, jangan sampai terlalu besar, atau berkobar…
Kebencian adalah bahasa cinta saat merindukan kebenaran.
Kebencian adalah kidung sendu jiwa saat menantikan penyatuan dengan sang Kekasih.

Bosan

Mengapa harus bosan padamu…? Engkau memiliki yang tak kumiliki.
mengapa mudah bosan? setiap orang itu sebenarnya memiliki bakat dan potensinya, yang saling melengkapi satu sama lain…
Maaf, jangan pernah mengatakan bosan atau benci padaku …
Pernahkah kehidupan mengajarimu tentang keduanya? Pernahkah aku mengatakannya padamu?

Cinta

Semoga kita segera dipersatukan dalam Cintakasih-Nya.
Aku akan selalu mendukungmu untuk mewujudkan semua mimpi-mimpimu…
Inilah bukti cintaku…
Cinta adalah salah satu alasan Allah untuk menjadikan manusia ADA.
Saat jiwa bernyanyi… tunas-tunas kasih bersemi… kuncup mawar mekar berseri…
Beginilah cinta bermelodi.
Kasih, kutahu… engkau mencintaiku, melalui sorot mata, saat engkau menatapku… begitu damai, begitu teduh… aku selalu merindukan… saat engkau menatapku…
Ku awali pagi dengan kecupan di keningmu, dan ku akhiri malam dengan kecupan di keningmu…
Beginilah caraku membahagiakanmu…
Aku yakin, tak ada cinta yang lebih tulus dari cintamu padaku…

Diam

Kalau aku diam… bukan berarti aku tak mencintaimu… bukan berarti cinta itu tiada lagi… Bukan pula berarti aku membencimu… Bukan berarti aku tak peduli…
Ketahuilah, sebenarnya aku hanya tak ingin membuatmu terluka…
Dalam diam, sebenarnya aku sedang berpikir…
sedang apa kau sekarang?
Dengan diam, sebenarnya aku termenung…
apakah selama kau bersamaku, kau telah merasakan kebahagiaan; seperti kebahagiaan yang telah kurasakan saat aku bersamamu? Katakanlah…
Saat memandangmu sambil terdiam, sebenarnya aku diam-diam mengagumi lentik bulu matamu…
Bila engkau sedang bosan padaku… engkau boleh diam untuk sementara… namun jangan terlalu lama, ya… kumohon…sebab diammu dapat membuatku… mati perlahan-lahan… lidahku kelu…. tubuhku kaku… hatiku membeku… bersama waktu…

Kesetiaan

Engkau setia padaku, dan aku setia padamu. Bagiku, ini cukup.
Kesetiaan seseorang akan teruji oleh waktu.
Saat cinta bernyanyi, maka kesetiaan akan bersenandung.
Cinta dan kesetiaan ibarat sahabat akrab yang takkan terpisahkan. Bahkan maut takkan dapat memisahkan keduanya.
Tak perlu engkau mengatakan setia,
aku telah mengetahuinya, saat engkau menggenggam erat-erat tanganku…

Luka

Sebenarnya, tak ada satupun kata yang dapat melukaimu …
Prasangka dan persepsi dari pikiran kita sendirilah yang melukai diri sendiri.
Luka akan mendewasakan jiwamu, menempa hidupmu, untuk menghadapi luka lainnya yang mungkin akan lebih menyakitkan lagi…
Maaf, bila ada kata-kataku melukai hatimu…
Sungguh aku tak bermaksud melukaimu, meskipun hanya sesaat…
Bila engkau terluka, maka katakanlah, obat seperti apakah yang engkau inginkan? Katakanlah…
Kalau engkau terluka, segeralah kemari…
Ku obati luka itu.

Waktu

orang berjiwa besar takkan menyalahkan waktu!
Biarlah waktu yang membuktikan kesejatian cintaku padamu.
Berilah aku tambahan waktu untuk terus belajar mencintai dan mengasihi sesama….
Memahami perbedaan… Menebar damai…
Mewarnai dunia dengan persahabatan abadi dan Cintakasih sejati…
Semua kata yang lahir oleh sentuhan hati akan abadi…
terukir di setiap jiwa insani…
Semua makna yang dibesarkan dengan asuhan cinta akan hakiki… terpahat di setiap nurani...