Kamis, 02 Januari 2014 | By: Mardhiah Fitriyani

YANG KESEKIAN...


Malam itu pukul 8 lebih, dan salahnya aku menghubungimu dengan alasan hanya ingin sekedar ngobrol.
itu alasan klasik yang mungkin kamu terima. karna faktanya aku menghubungimu bukan hanya sekedar ingin ngobrol, tapi juga berusaha memperbaiki apa yang telah terjadi diantara kita.
dengan harapan supaya kita masih bisa kembali lagi seperti kemarin.
tak hanya itu pula alasannya, second reason sebenarnya aku mulai merindumu lagi. merindumu tentang percakapan panjang lebar kita walaupun itu baru sebagian terjadi :)
lagi-lagi dengan harapan supaya kita dapat memperbaiki semuanya dan memulainya lagi dari awal :') benar-benar dari nol.

"udah pulang?" tanyaku.
"udah. nape?" jawabnya.
"gpp, iseng doang. lagi apa?" balasku mencoba memperpanjang percakapan.
"lagi nyuci. tumben lu sms duluan."
"emang gabole -_-"
"ya gua nanya alasan lu sms, bukan maksud ngelarang"
"cuma mau ngobrol ajaa. lu selesaiin dulu deh nyucinya"

begitu kiranya percakapan singkat kita.
dengan panggilan "lu gua" yang sudah mulai terbiasa dari yang sebelumnya adalah "aku kamu"
seketika hening dan tak ada balasan.
beberapa menit kemudian kamu membalas.

"ada apa? lu ada masalah?" tanyanya kemudian.
"ngga ada masalah.." jawabku.
"bener?"
"lah, emang ada tampang mencurigakan?"
"mana gua tau."
"mikirnya yang ngga2 nih. gue sms lu itu bukan berarti ada masalah terus larinya ke elu. gue cuma mau ngobrol. napa heran?"

dan kemudian hening lagi tanpa balasan..
aku bingung. kurasa kehadiranku dalam pesan ponselmu mulai mengganggu aktivitasmu.

"gue ganggu lu?"

no reply. aku mencoba tuk hubungi nomormu.
dan ada seseorang diseberang sana yang mengangkatnya, lalu bicara ini...

"maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif."

begitu katanya. okay aku mulai mengerti.

"baiklah, maaf kalo dirimu merasa terganggu :)"

itu sms terakhir yang tertuju padamu. dan lagi-lagi tak ada balasan sekalipun.
betapa bodohnya saat aku baru menyadari jika kita tak lagi ada apa-apa.
betapa susahnya aku mengakui jika aku ini kembali sendiri dan dia sudah tak disini.
oh, Tuhan... rintihku.
aku tak berhak marah sekalipun jika kamu tak membalas sms ku, aku tak berhak lagi menuntutmu membalas sms ku secepat kilat.
karna berbalik lagi, kita hanya sekedar teman, atau kembali kakak dan adik?
aku lupa bahwa hubungan kita tak akan pernah kembali lagi seperti kemarin. hanya ada kita dan tak ada aku dan kamu.
kebalikan justru sedang melanda kita di hari ini. tapi taukah kamu? aku masih berani bermimpi bersamamu. aku masih berani bermimpi meskipun aku tahu itu semua akan hancur berkeping-keping.
aku masih berani BERHARAP, suatu saat kita akan kembali kedalam satu pelukkan atas keputusan-Nya. dan aku percaya itu.
oh, Tuhan... aku lupa...
aku lupa bahwa aku sudah menjadi yang tak terlihat diantara yang masih nampak dalam penglihatannya.
aku lupa bahwa aku sudah menjadi yang tak terpenting diantara yang masih ada dalam otak dan hatinya.
aku lupa bahwa aku sudah menjadi yang kesekian...

1 komentar:

August Reinaldo mengatakan...

bagus ceitanya mbak
visit dan follow juga blog saya ya
http://augustreinaldo.blogspot.com/

Posting Komentar