seakan kata putus waktu itu hilang seketika saat kamu kembali lagi hadir disini.
berbincang bersama, bercanda bersama, sampai terasa nyaman lagi seperti kemarin, saat kita masih menjadi sepasang sejoli, hahahaa.
masih ingatkah tanggal 9 lalu? setelah kamu pulang dari rumahku,
dan beberapa jam kemudian kamu kirim beberapa pesan singkat yang menjelaskan tentang dirimu.
antara percaya atau tidak, intinya aku senang, sangat senang saat kamu kembali dan berbicara
"Satu hal yang terpenting.
Aku masih mencintaimu, Mardhiah Fitriyani.
Aku pasti kembali."
"Aku masih bisa ngerasain rasa nyaman itu dalam keadaan sadar.
Seperti dulu.
Semoga kamu bisa liat dari mataku yang ngejelasin semuanya tadi :')"
kau tau? aku bergetar seketika saat membacanya.
itu seperti pertama kali aku bisa bertatap muka denganmu,
hanya aku dan kamu dibawah tiang bendera dengan songbackground ledekkan dari teman-temanku.
seperti pertama kali aku mendapatkan ucapan "I Love You, Dhiah" darimu.
seperti pertama kali kamu genggam tanganku saat kita berjalan bersama.
kau tau? obrolan kita akhir-akhir ini yang layaknya seperti sepasang kekasih yang sedang berbincang.
obrolan kita yang menjerumuskan kita kembali lagi pada hari kemarin.
hihihi, katamu apa yang pernah kita jalani itu indah dan takkan terlupakan.
Lalu apakah semua yang kamu ucapkan padaku lewat pesan singkat itu adalah benar dan dari hatimu, sayang?
ataukah itu hanya sebuah 'Intermezzo' semata?
katamu, aku sering membuatmu merasa putus asa dengan jawabanku dari ucapan-ucapanmu yang tak pernah ku mengerti.
seharusnya kamu tak merasa begitu, karena bukan itu maksudku sebenarnya.
aku tak pernah ingin membuatmu merasa putus asa dan akhirnya mundur dari medan perang yang selama ini kita lewati bersama.
aku hanya ingin satu darimu. tetaplah bertahan bersamaku, walaupun aku sering membuatmu merasa putus asa. hanya itu.
jujur, hari ini aku merindumu lagi, sangat.
ingin sekali aku bertemu denganmu, hanya untuk sekedar melihatmu saja. itu sudah cukup buatku.
justru aku sangat berterimakasih saat kamu berkunjung kerumahku. karena dengan itu, diam-diam rinduku mengelupas begitu saja.
sayangnya waktu berjalan sedemikian cepat yang akhirnya membuat kita terpisah lagi.
dan lagi-lagi aku harus bersabar untuk menunggu pertemuan berikutnya.
hei, satu hal yang harus selalu kau ingat. aku tak pernah dengan siapa-siapa. aku hanya denganmu dan itu masih menetap hingga detik ini.
dariku, perempuan yang mencintaimu.
selalu...
selalu...

0 komentar:
Posting Komentar