Minggu, 19 Januari 2014 | By: Mardhiah Fitriyani

No Title

lucu ya kita sekarang. seakan tak pernah ada yang terjadi diantara kita.
seakan kata putus waktu itu hilang seketika saat kamu kembali lagi hadir disini.
berbincang bersama, bercanda bersama, sampai terasa nyaman lagi seperti kemarin, saat kita masih menjadi sepasang sejoli, hahahaa.
masih ingatkah tanggal 9 lalu? setelah kamu pulang dari rumahku,
dan beberapa jam kemudian kamu kirim beberapa pesan singkat yang menjelaskan tentang dirimu.
antara percaya atau tidak, intinya aku senang, sangat senang saat kamu kembali dan berbicara

"Satu hal yang terpenting.
Aku masih mencintaimu, Mardhiah Fitriyani.
Aku pasti kembali."

"Aku masih bisa ngerasain rasa nyaman itu dalam keadaan sadar.
Seperti dulu.
Semoga kamu bisa liat dari mataku yang ngejelasin semuanya tadi :')"

kau tau? aku bergetar seketika saat membacanya.
itu seperti pertama kali aku bisa bertatap muka denganmu,
hanya aku dan kamu dibawah tiang bendera dengan songbackground ledekkan dari teman-temanku.
seperti pertama kali aku mendapatkan ucapan "I Love You, Dhiah" darimu.
seperti pertama kali kamu genggam tanganku saat kita berjalan bersama.
kau tau? obrolan kita akhir-akhir ini yang layaknya seperti sepasang kekasih yang sedang berbincang.
obrolan kita yang menjerumuskan kita kembali lagi pada hari kemarin.
hihihi, katamu apa yang pernah kita jalani itu indah dan takkan terlupakan.
Lalu apakah semua yang kamu ucapkan padaku lewat pesan singkat itu adalah benar dan dari hatimu, sayang?
ataukah itu hanya sebuah 'Intermezzo' semata?
katamu, aku sering membuatmu merasa putus asa dengan jawabanku dari ucapan-ucapanmu yang tak pernah ku mengerti.
seharusnya kamu tak merasa begitu, karena bukan itu maksudku sebenarnya.
aku tak pernah ingin membuatmu merasa putus asa dan akhirnya mundur dari medan perang yang selama ini kita lewati bersama.
aku hanya ingin satu darimu. tetaplah bertahan bersamaku, walaupun aku sering membuatmu merasa putus asa. hanya itu.
jujur, hari ini aku merindumu lagi, sangat.
ingin sekali aku bertemu denganmu, hanya untuk sekedar melihatmu saja. itu sudah cukup buatku.
justru aku sangat berterimakasih saat kamu berkunjung kerumahku. karena dengan itu, diam-diam rinduku mengelupas begitu saja.
sayangnya waktu berjalan sedemikian cepat yang akhirnya membuat kita terpisah lagi.
dan lagi-lagi aku harus bersabar untuk menunggu pertemuan berikutnya.
hei, satu hal yang harus selalu kau ingat. aku tak pernah dengan siapa-siapa. aku hanya denganmu dan itu masih menetap hingga detik ini.

dariku, perempuan yang mencintaimu.
selalu...
Kamis, 02 Januari 2014 | By: Mardhiah Fitriyani

YANG KESEKIAN...


Malam itu pukul 8 lebih, dan salahnya aku menghubungimu dengan alasan hanya ingin sekedar ngobrol.
itu alasan klasik yang mungkin kamu terima. karna faktanya aku menghubungimu bukan hanya sekedar ingin ngobrol, tapi juga berusaha memperbaiki apa yang telah terjadi diantara kita.
dengan harapan supaya kita masih bisa kembali lagi seperti kemarin.
tak hanya itu pula alasannya, second reason sebenarnya aku mulai merindumu lagi. merindumu tentang percakapan panjang lebar kita walaupun itu baru sebagian terjadi :)
lagi-lagi dengan harapan supaya kita dapat memperbaiki semuanya dan memulainya lagi dari awal :') benar-benar dari nol.

"udah pulang?" tanyaku.
"udah. nape?" jawabnya.
"gpp, iseng doang. lagi apa?" balasku mencoba memperpanjang percakapan.
"lagi nyuci. tumben lu sms duluan."
"emang gabole -_-"
"ya gua nanya alasan lu sms, bukan maksud ngelarang"
"cuma mau ngobrol ajaa. lu selesaiin dulu deh nyucinya"

begitu kiranya percakapan singkat kita.
dengan panggilan "lu gua" yang sudah mulai terbiasa dari yang sebelumnya adalah "aku kamu"
seketika hening dan tak ada balasan.
beberapa menit kemudian kamu membalas.

"ada apa? lu ada masalah?" tanyanya kemudian.
"ngga ada masalah.." jawabku.
"bener?"
"lah, emang ada tampang mencurigakan?"
"mana gua tau."
"mikirnya yang ngga2 nih. gue sms lu itu bukan berarti ada masalah terus larinya ke elu. gue cuma mau ngobrol. napa heran?"

dan kemudian hening lagi tanpa balasan..
aku bingung. kurasa kehadiranku dalam pesan ponselmu mulai mengganggu aktivitasmu.

"gue ganggu lu?"

no reply. aku mencoba tuk hubungi nomormu.
dan ada seseorang diseberang sana yang mengangkatnya, lalu bicara ini...

"maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif."

begitu katanya. okay aku mulai mengerti.

"baiklah, maaf kalo dirimu merasa terganggu :)"

itu sms terakhir yang tertuju padamu. dan lagi-lagi tak ada balasan sekalipun.
betapa bodohnya saat aku baru menyadari jika kita tak lagi ada apa-apa.
betapa susahnya aku mengakui jika aku ini kembali sendiri dan dia sudah tak disini.
oh, Tuhan... rintihku.
aku tak berhak marah sekalipun jika kamu tak membalas sms ku, aku tak berhak lagi menuntutmu membalas sms ku secepat kilat.
karna berbalik lagi, kita hanya sekedar teman, atau kembali kakak dan adik?
aku lupa bahwa hubungan kita tak akan pernah kembali lagi seperti kemarin. hanya ada kita dan tak ada aku dan kamu.
kebalikan justru sedang melanda kita di hari ini. tapi taukah kamu? aku masih berani bermimpi bersamamu. aku masih berani bermimpi meskipun aku tahu itu semua akan hancur berkeping-keping.
aku masih berani BERHARAP, suatu saat kita akan kembali kedalam satu pelukkan atas keputusan-Nya. dan aku percaya itu.
oh, Tuhan... aku lupa...
aku lupa bahwa aku sudah menjadi yang tak terlihat diantara yang masih nampak dalam penglihatannya.
aku lupa bahwa aku sudah menjadi yang tak terpenting diantara yang masih ada dalam otak dan hatinya.
aku lupa bahwa aku sudah menjadi yang kesekian...