Minggu, 17 Maret 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

HARAPAN TERAKHIR KU


aku berjalan di siang hari. Menerobos panasnya udara yang berada di jakarta dan aku akan biarkan semua yang terjadi di depan ku berjalan dengan sendirinya.

sesampainya di rumah dengan nafas tersengah-sengah, ku langsung meletakkan tas di atas bangku kamar ku, lalu membiarkan tubuh ku tergeletak lemas di atas ranjang ku. aku tak tahu apa yang terjadi hari ini. serasa diri ku terombang-ambing dengan kejamnya penyakit yang ku punya. Ya Tuhan, aku tak ingin mati hari ini, rintih ku dengan dada sesak. aku ingin terus bisa hidup sampai ulangan umum nanti selesai, agar aku dapat memberikan hasil yang di tunggu-tunggu oleh orang tua ku. Harap ku penuh pada Sang Pencipta.

lalu aku tertidur setelah aku berhasil menelan makanan dan seluruh obat-obatan yang dianjurkan dokter. benda apa ini? tanya ku dalam hati, selalu kau yang ku minum di saat aku sakit, padahal kau tahu, aku benci kau seumur hidup ku! gerutu ku dalam hati sebelum meminumnya.

aku terbangun tepat pukul 15.50. dada ku kembali sesak, untuk berkomunikasi dengan orang lain pun suara ku gemetar, apalagi untuk bernafas, aku butuh perjuangan yang sangat berat untuk mengambil satu hirupan untuk mengisi paru-paru ku. sampai kapan aku begini Tuhan? aku tak ingin terus menyusahkan orang tua ku, aku terlalu berdosa untuk terus membiarkan diri ku tergeletak tak berdaya, dan orang tuaku lah yang mengurusinya. ='(

aku menangis saat itu juga, membayangkan jika aku tak bisa bernafas sedetik atau 1 menit lagi. karena di sisi lain juga, aku belum bisa memberi hadiah yang ku janjikan saat ku kecil dulu kepada orang tuaku, dan aku juga berrharap masih bisa bertemu dengan teman-teman ku esok.

tak lama kemudian, aku berfikir panjang tentang hari esok, terlintas di pikiran ku esok adalah hari kematian ku.

seperti biasa, pagi hari setelah matahari terbit, aku mengambil handuk mandi ku di dekat pintu kamar ku, aku masuk ke kamar mandi lalu membersihkan seluruh tubuh ku yang terasa amat sangat panas ini. selang 30 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi itu, rasanya diriku benar-benar suci setelah ku mandikan sendiri tubuh ku. tubuh ku menjadi sangat enteng untuk berjalan, terasa seperti tak di beri beban apapun di kepala ku. aku berjalan menuju kamar, berganti pakaian sekolah rok hitam, kemeja putih, serta jas almamater berwarna ungu ku itu. setelah terlihat rapi, aku bergegas keluar kamar untuk memberitahu bapak bahwa aku siap untuk pergi ke sekolah hari ini. sebelumnya, kebiasaan sarapan pagi dan minum benda konyol itu aku lakukan lagi di pagi hari ini. setelah semuanya benar-benar beres, aku menuju ke pintu gerbang untuk membukakan pintu ayah ku, lalu aku bersalaman sebagaimana yang biasa aku lakukan di pagi hari oleh ibu ku. aku menunggangi motor ayah ku, sesaat setelah lambaian tangan ibu, aku berjalan menuju sekolah bersama ayah ku.

sesampainya di tempat tujuan, aku menyebrangi jalan raya yang cukup lebar, sengaja aku menerobos jalan karena takut terlambat nantinya, maklum aku adalah salah satu siswi di SMK BINA DARMA DKI yang sering sekali terlambat. sewaktu menyebrangi jalan itu, aku merasa mudah sekali untuk melaluinya, seakan tak pernah ada mobil yang menabrak tubuh ku. sesampainya di kelas, tepat di lantai tiga, setiap pagi aku selalu berusaha menyapa seluruh teman-teman ku dengan senyum di wajah ku, walau ku tahu aku ini sangat jelek. walau begitu aku selalu bersyukur! karena biar aku terlihat tak elok di depan para lelaki di sekolah ku, aku bersyukur karena aku mendapat orang tua yang sangat pandai mengurus ku sampai aku bisa sekolah tinggi seperti ini, juga selalu bersyukur karena aku bisa mendapatkan teman-teman yang selalu baik kepada ku. =)

sesaat aku tersadar bahwa mereka tak membalas sapaan ku pagi itu, aku heran dengan perasaan sangat takut, jangan-jangan? ada apa dengan diri ku, berulang kali aku terus menyapa teman-teman ku, tapi mereka semua tak mendengar ku, seperti orang yang di cuekin waktu ngobrol. dengan perasaan kecewa aku menghampiri tempat duduk ku, sekilas aku mendengar diri ku sedang di perbincangkan oleh mereka. hei! apa kalian tak lihat aku? orang yang sedang kau perbincangkan berada di hadapan mu saat ini!! hallo??? (sambil melambaikan tangan ku di wajah mereka). apa yang sebenarnya terjadi pada ku?? mengapa mereka tidak melihat ku berada di sini?? mengapa mereka bilang aku sudah tidak ada?? apa maksud dari semua ini??

hati ku berdebar, lalu tak lama kemudian aku melihat seorang teman sebangku ku menghampiri mereka sembari menangis histeris. aku bertanya kepadanya? ada apa dengan dirimu kawan? adakah masalah yang terjadi dihidup mu? tetapi ucapan ku sepertinya sia-sia, dia juga tak mendengar ku berbicara. lalu terpaksalah aku mendengar ceritanya kepada teman-teman ku yang lain. aku tertegun setelah mendengar kalimat ini "dhiiah meninggal". hati ku amburadul, pikiran ku bercampur amarah, bingung, sedih, sekaligus tak menyangka, bahwa teman ku sendiri yang mengucapkan kata-kata itu. oh Tuhan... rintih ku dalam hati. apa yang hari ini terjadi?

aku pergi pulang ke rumah meninggalkan sekolah dengan mata bercucuran air mata. tepat di depan rumah ku, aku melihat bendera kuning di pasang dekat pohon beringin. hati ku mulai gemetar. apa yang terjadi disini? siapa yang meninggal? ibuku? ayahku? atau adikku? setelah masuk kedalam, aku melihat jenazah di tidurkan di tempat tidurku. aku terkejut melihatnya. diriku? jenazah itu aku? sungguhkah aku meninggal hari ini? tepat tanggal 08 Juni 2011? oh tidak!! ini tidak mungkin! aku menghampiri ibuku, beliau menangis histeris seakan tak terima aku pergi hari ini. ini serius jiwa ku? Tuhan.. aku tak ingin mati hari ini. apa ini benar-benar diriku? yang ditidurkan di tempat tidurku, yang dibalut kain kafan putih panjang? yang di sekelilingi orang-orang dengan membaca surah Yasin?

aku terjatuh lemas saat itu, tak ada satu pun orang yang membantu ku berdiri untuk di minumkan teh panas atau apalah, dadaku kembali sesak, aku menangis meraung-raung sambil meyakinkan bukan benar-benar diri ku yang berada di sana. aku menunggu esok, siapa tahu tapat jam 12 malam ibu peri memberi ku nafas untuk satu hari kedepan. aku berjanji kalau itu terjadi, aku akan melakukan hal yang terbaik untuk mereka. tetapi, sayangnya hal itu tak pernah terjadi, aku di makam kan hari ini tanggal 9 Juni 2011 jam 8 pagi, ini adalah hari terakhir ku berjumpa dengan mereka, orang-orang yang sangat aku sayangi, ibu, bapak, adik lelaki ku yang super duper nakal, teman-teman ku di DKI, teman-teman MP ku, teman-teman SMP dan juga SD-ku.

maafkan aku bapak, ibu, adik, juga teman-teman ku, jika aku selalu jahil terhadap kalian, selalu membuat kalian esmosi dengan kesengajaan ku, selalu buat kalian marah dengan sikap ku yang terlalu egois, aku ... aku ... hanya ingin melihat kalian membenci ku, karena dengan begitu, kalian bebas berbuat apa saja sesuka hati kalian.

maaf jika aku salah telah melakukan ini. aku berharap, setelah semua kesedihan ini berakhir, aku tak ingin melihat kalian kecewa menyesali perbuatan kalian kepada ku, aku tak ingin kalian merasa bersalah atas ini, karena kalian tak pernah salah sedikit pun, aku yang salah dalam menentukan sikap ku pada kalian. sekali lagi forgive me please... aku merintih dalam hati, dan berharap kalian bisa mendengar rintihan ku.

satu lagi yang tak ku lupa. aku berharap seseorang disana tahu perasaan ku hingga saat ini, tahu betapa aku masih menyayanginya seperti kejadian 3 bulan silam, entah mengapa aku tak pernah bisa melupakannya, padahal dia sudah menyakiti ku, dan sebagian tentangnya juga berlatar buruk bagi ku. dulu aku terlalu berharap, bahwa dia yang menjadi obat lukaku di masa lalu, tapi ternyata justru dialah yang semakin membuat lukaku basah didalam sini. jika aku pergi selamanya, aku tidak berharap dia akan menangisi ku sepanjang waktu seperti di sinetron-sinetron yang lebay itu, aku tak berharap dia mengunjungi makam ku seperti pak Harto kehilangan istri tercintanya, dan aku tidak berharap dia kembali mengingat semua yang terjadi antara aku dengannya dulu. karena aku tahu, itu semua mimpi bagi dirinya dan diriku. tapi hanya satu yang ku harap darinya, aku ingin dia mengetahui betapa aku sangat menginginkannya kembali pada keadaan dulu, keadaan yang selalu membuat ku tertawa terbahak-bahak atas lelucon yang di buatnya, kembali ke keadaan sebelum semua yang terjadi 3 bulan silam berlalu, aku ingin sekali mendengar kata-kata "mamardhiah lagi apa?" keluar dari ucapannya, tapi aku tahu ini semua hanya pengharapan yang takkan terwujud.

sudahlah, biarlah aku pergi kealam fana yang lebih membuat ku tenang disana, aku akan merelakan semuanya jika itu memang yang terbaik untuk semua.
good bye all, selamat berjumpa lagi dengan ku di dunia berbeda ya .. =)

pukul 17.13 aku terbangun dari mimpi ku, oh My God, seru ku dalam hati, ini hanya mimpi!! benarkah ini hanya mimpi?? mata ku berlinang air mata, ternyata aku menangis dalam tidurku, lalu aku tersenyum saat aku melihat ibuku sedang memasak di dapur, masakannya sangat harum sekali. syukurlah, ini semua nyata, tadi itu hanya mimpi yang sangat menyeramkan! seruku lagi dalam hati sambil mengusap air mata yang keluar membasahi pipiku. sungguh aku tersenyum gembira, sangat gembira, karena harapan ku dapat tercapai, nafas ku yang semula sangat terasa sesak, mulai berkurang saat aku di berikan obat lagi oleh ibu ku. aku mulai merasa aga' nyaman setelah meminumnya, aku mulai bisa bernafas dengan lega, dan tidak susah payah lagi untuk menganbil satu hirupan saja!
terimakasih Tuhan, ku harap aku bisa mengambil hikmah dari mimpi yang Kau berikan tadi =)

_________________________________________
________________THE END___________

0 komentar:

Posting Komentar