Rabu, 05 Februari 2014 | By: Mardhiah Fitriyani

Terimakasih atas persembunyian yang indah ini...


malam semakin larut. tiba-tiba terfikir lagi dalam benakku untuk menuliskan cerita yang lagi lagi tentangmu.
ntah kenapa, ceritamu tak pernah habis untuk ku tuliskan di blog kesayanganku ini. apalagi ditambah kamu yang masih bertengger dalam kepalaku.
padahal kita sudah jarang bersua, kita tak saling menghubungi, tapi kamu... selalu ada disini.
aku kah yang melemahkan diriku sendiri? aku hanya tak bisa.
banyak sekali mereka yang melemparkan kata "bodoh"-nya untukku yang demi mempertahankanmu.
tapi aku tak pernah hiraukan. aku terlalu yakin, kau akan kembali walau dalam waktu yang tak dekat.
hahaha, ini terlihat sangat konyol.
kehadiranmu tak pernah terdefinisikan oleh waktu. bahkan saat aku bermimpi.
kau hanya seperti angan-angan yang tak pernah bisa aku gapai, kau hanya seperti pelangi yang datang dikala hujan turun, kau... kenapa begini?
kamu hanya datang dan pergi sesuka hatimu. hanya kembali menoleh saat kamu benar-benar membutuhkanku, tapi tidak saat kamu bersama dengannya.

beberapa waktu ini, kita mulai kembali berbincang, kau kembali menyelipkan lembar kenangan,
walau aku tahu itu kau lakukan dalam persembunyianmu dan aku tak bisa melakukannya lebih...
hihihi, sebenarnya apa yang sedang kita sembunyikan dari mereka sekarang?
aku selalu ingat kau tetap ada bersamanya, melukiskan hari indah untuknya yang sebenarnya meninggalkan bercak tinta dihatiku.
tapi disisi lain, kau pintar menyembunyikan kebersamaan kita bersama cerita-cerita yang akan kembali tertuang ditulisan berikutnya.
huufftt, terimakasih telah menyembunyikanku dibalik orang lain.
terimakasih atas senyum hanyat yang masih kau lemparkan, dan terimakasih atas kunjungan tiap bulan yang sanggup membayar rinduku.
ini terasa sangat nyaman walaupun sedikit menyakitkan.
berapa lama kah kau akan bertahan dalam keadaan seperti ini?
dan berapa lama lagikah aku harus menunggu?
Minggu, 19 Januari 2014 | By: Mardhiah Fitriyani

No Title

lucu ya kita sekarang. seakan tak pernah ada yang terjadi diantara kita.
seakan kata putus waktu itu hilang seketika saat kamu kembali lagi hadir disini.
berbincang bersama, bercanda bersama, sampai terasa nyaman lagi seperti kemarin, saat kita masih menjadi sepasang sejoli, hahahaa.
masih ingatkah tanggal 9 lalu? setelah kamu pulang dari rumahku,
dan beberapa jam kemudian kamu kirim beberapa pesan singkat yang menjelaskan tentang dirimu.
antara percaya atau tidak, intinya aku senang, sangat senang saat kamu kembali dan berbicara

"Satu hal yang terpenting.
Aku masih mencintaimu, Mardhiah Fitriyani.
Aku pasti kembali."

"Aku masih bisa ngerasain rasa nyaman itu dalam keadaan sadar.
Seperti dulu.
Semoga kamu bisa liat dari mataku yang ngejelasin semuanya tadi :')"

kau tau? aku bergetar seketika saat membacanya.
itu seperti pertama kali aku bisa bertatap muka denganmu,
hanya aku dan kamu dibawah tiang bendera dengan songbackground ledekkan dari teman-temanku.
seperti pertama kali aku mendapatkan ucapan "I Love You, Dhiah" darimu.
seperti pertama kali kamu genggam tanganku saat kita berjalan bersama.
kau tau? obrolan kita akhir-akhir ini yang layaknya seperti sepasang kekasih yang sedang berbincang.
obrolan kita yang menjerumuskan kita kembali lagi pada hari kemarin.
hihihi, katamu apa yang pernah kita jalani itu indah dan takkan terlupakan.
Lalu apakah semua yang kamu ucapkan padaku lewat pesan singkat itu adalah benar dan dari hatimu, sayang?
ataukah itu hanya sebuah 'Intermezzo' semata?
katamu, aku sering membuatmu merasa putus asa dengan jawabanku dari ucapan-ucapanmu yang tak pernah ku mengerti.
seharusnya kamu tak merasa begitu, karena bukan itu maksudku sebenarnya.
aku tak pernah ingin membuatmu merasa putus asa dan akhirnya mundur dari medan perang yang selama ini kita lewati bersama.
aku hanya ingin satu darimu. tetaplah bertahan bersamaku, walaupun aku sering membuatmu merasa putus asa. hanya itu.
jujur, hari ini aku merindumu lagi, sangat.
ingin sekali aku bertemu denganmu, hanya untuk sekedar melihatmu saja. itu sudah cukup buatku.
justru aku sangat berterimakasih saat kamu berkunjung kerumahku. karena dengan itu, diam-diam rinduku mengelupas begitu saja.
sayangnya waktu berjalan sedemikian cepat yang akhirnya membuat kita terpisah lagi.
dan lagi-lagi aku harus bersabar untuk menunggu pertemuan berikutnya.
hei, satu hal yang harus selalu kau ingat. aku tak pernah dengan siapa-siapa. aku hanya denganmu dan itu masih menetap hingga detik ini.

dariku, perempuan yang mencintaimu.
selalu...