Hallo!
Bingung nih sebenarnya harus bicara apa di awal pembukaan.
Rasanya, ini baru tulisan pertama yang di niatin untuk memotivasi orang lain. hehehe
Maklum, selama ini isinya galau semua.
Awalnya saya ragu untuk men-share tulisan ini disini. karena melihat pribadi saya yang "mudah" galau, saya jadi ngerasa gak pantes buat nulis tulisan kaya begini. Tapi, saya tidak mungkin terus menerus berkutik di lubang yang sama dengan kegalauan yang sama pula.
Saya terbilang salah satu golongan dari Hawa yang gampang banget galau. Liat diri kita gak bisa jawab pertanyaan dari dosen, itu sehabis pulang kuliah langsung kelimpungan di kamar. Apalagi kalau berurusan dengan yang namanya "Cinta".
Siapa sih si Cinta itu? Saya hampir gak pernah bisa untuk ngelawannya. Gak pernah bisa (titik)!
Fact yang lebih mengejutkan lagi, sampai detik ini pun saya masih menggalau karena mantan saya yang tinggalin saya 6 bulan lalu tanpa penjelasan yang pasti.
Itu hampir membuat saya depresi sepanjang hari, apalagi waktu saya tak ada kegiatan sedikitpun. itu sagat menyiksaaaaa!!!!
Untungnya, saat itu saya disibukkan dengan persiapan masuk kuliah perdana saya. Jadi, saya ngga galau-galau amet karena banyak yang mengalihkan perhatian saya. Hahaha, Syukron Alhamdulillah...
Bulan pertama sampai bulan ketiga pasca saya putus, saya masih kelimpungan sana sini saat keadaan kuliah libur. Bawaannya marah, pengin nangis mulu. Sementara yang digituin belum tentu engeh. Saya memutuskan untuk membuka mata, telinga dan hati saya. Banyak hal yang harus saya kerjakan, dan banyak orang yang membutuhkan saya. Dan saya tidak mungkin akan terus menerus seperti ini.
Anda tahu apa yang saya lakukan untuk sedikit membuang rasa galau saya? Meyibukkan diri.
Dikampus, saya aktif mengikuti organisasi mahasiswa. Sebut saja UKM, dan itu cukup lumayan membantu. Jika ada dirumah, biasanya saya sibuk ngerjain tugas, atau paling tidak ya menulis atau mendengarkan musik. Intinya pikiran jangan sampai kosong.
Sebisa mungkin itu dilakukan secara bertahap. Pokoknya menyibukkan diri sesibuk mungkin. Dia bisa dengan mudahnya, kenapa kita nggak?
Kalau toh kita masih sayang, coba perlahan lepaskan dia dan biarkan dia menikmati dunianya.
orang-orang selalu bilang :
"kalau jodoh, toh gak akan kemana"
dan
"merpati terbaik adalah merpati yang akan selalu pulang ketika kita tak ragu melepasnya."
Saya, termasuk orang yang sedang mempercayai itu. Buat apa galau? mersak rencana perjalanan hidup kita. Gagal di cinta bukan berarti semuanya harus ikut gagal, termasuk pendidikan kita pula.
Satu hal yang sampai saat ini masih saya sesalkan dalam pendidikan saya adalah mendapat nilai C dalam mata kuliah Pengantar Akuntansi, dan itu akibat dari saya galau!
IP saya memang di atas 3.0, tapi saya merasa sangat malu dengan Nilai Akhir yang tidak maksimal itu.
Dari situ, saya memutuskan untuk jarang berkutik dengan jejaring sosial, televisi, handphone ataupun gadget lainnya. Saya pakai sekiranya saya memang membutuhkan. Karena jujur, awal dari kegalauan saya semuanya dari sana.
Satu lagi yang saya lakukan waktu saya mulai merasa galau. Melihat tweets yang ditulis oleh Pak Mario Teguh. Kalian bisa buka linknya disini.
Facebook : http://facebook.marioteguh.asia
Twitter : http://twitter.com/MTLovenHoney
Ini salah satu status yang saya sukai :
"Memang akan ada urusan yang tidak lancar dan hubungan yang tidak mulus, tapi tidak ada apapun yang tidak akan membaik dengan kesabaran dan kasih sayang."
Intinya kita harus bersabar dalam apapun yang membuat kita galau. Tuhan tak akan memberi cobaan yang melebihi batas kemampuan umat-Nya. Berdo'alah, dekatkan dirimu pada Tuhan, kelak semua penatian kita akan terjawab dengan indah.
"Hati yang dekat dengan Tuhan tidak akan kehilangan harapan."
Begitu kata Pak Mario Teguh. Dan saya percaya. Saya mencoba sabar dan itu indah, hanya damai yang bisa dirasakan dalam hati. Apalagi jika kita mau mendekat kepada-Nya.
Terakhir, percayalah pada mimpi da harapanmu. Mungkin sekarang kita berfikir bahwa semuanya akan sia-sia. Tapi bagi saya, "Dreams for life and live for dreaming".
Takkan ada yang sia-sia jika kita mau berusaha dengan keras.
Ini kata-kata terakhir agar lebih memastikan dari Pak Mario Teguh.
"Anak muda yang berfokus pada studi dan pekerjaannya, akan lebih sukse dalam ekonomi dan cintanya"
dan
"Anak muda yang sibuk mencari cinta, justru sering down dan galau tentang cinta yang buruk, saat anak muda yang lain sukses."
satu lagi,
"Masa depan anak-anak 'sekolah' itu masih panjang, pilihan mereka masih sangat luas, jadi wajar jika pacaran sulit untuk setia."
hahaha, harap maklum yaa.
selamat mencoba :))
Love,
MF

0 komentar:
Posting Komentar