terkadang harus ada kata terlambat,
untuk bisa benar-benar sadar tentang semua.
harus ada kata penyesalan,
untuk bisa merasa sesal tentang apa yang terjadi.
harus ada kata terlanjur,
untuk akhirnya penolakan secara halus.
hihi, manusia..
semua serba terlambat,
semua serba menyesal,
semua serba terlanjur,
dan baru bisa engeh, kalo semuanya sudah hilang.
menunggu pun mungkin percuma,
ia takkan menoleh (lagi) kesini,
yang ada hanya harapan dibalik kemungkinan yang tidak pasti.
sangat tidak pasti, ya.. karna terlambat.
menyesal? pasti.
sayangnya, penyesalan SELALU datang diakhir kejadian,
sedikitpun, ia tak pernah berganti posisi didepan,
begitulah penyesalan.
maka, fikirkanlah sebelum melakukan sesuatu.
terlanjur? iya..
terlanjur buat semuanya pergi dengan keterlambatan dan penyesalan,
padahal, semua masih bisa terselamatkan, dan punya akhir yang bahagia.
jika kita tak terlanjur melakukan kecerobohan.
hihi, andai dapat terulang..
itu yang kemudian terucap dari bibir,
namun, ini kehidupan nyata,
bukan HarPot atau Doraemon,
tak ada jam pemutar waktu di kekehidupan ini,
lagi-lagi semua terlambat dengan penuh penyesalan,
dan yang terlontar lagi hanya...
"maaf, ini sangat terlambat dan aku... menyesal."
Duniaku. Duniamu. Dunia Kita.
-
Tentang semua yang terjadi, yang mereka rasakan, yang kita rasakan.
6 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar