Jumat, 15 November 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

INI...

terkadang harus ada kata terlambat,
untuk bisa benar-benar sadar tentang semua.
harus ada kata penyesalan,
untuk bisa merasa sesal tentang apa yang terjadi.
harus ada kata terlanjur,
untuk akhirnya penolakan secara halus.

hihi, manusia..
semua serba terlambat,
semua serba menyesal,
semua serba terlanjur,
dan baru bisa engeh, kalo semuanya sudah hilang.

menunggu pun mungkin percuma,
ia takkan menoleh (lagi) kesini,
yang ada hanya harapan dibalik kemungkinan yang tidak pasti.
sangat tidak pasti, ya.. karna terlambat.

menyesal? pasti.
sayangnya, penyesalan SELALU datang diakhir kejadian,
sedikitpun, ia tak pernah berganti posisi didepan,
begitulah penyesalan.
maka, fikirkanlah sebelum melakukan sesuatu.

terlanjur? iya..
terlanjur buat semuanya pergi dengan keterlambatan dan penyesalan,
padahal, semua masih bisa terselamatkan, dan punya akhir yang bahagia.
jika kita tak terlanjur melakukan kecerobohan.

hihi, andai dapat terulang..
itu yang kemudian terucap dari bibir,
namun, ini kehidupan nyata,
bukan HarPot atau Doraemon,
tak ada jam pemutar waktu di kekehidupan ini,
lagi-lagi semua terlambat dengan penuh penyesalan,
dan yang terlontar lagi hanya...
"maaf, ini sangat terlambat dan aku... menyesal."
Kamis, 14 November 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

KAMI, BADAI, DAN PELANGI KEBAHAGIAAN

hallo!
namaku awan, aku hidup bersama langit.
kami tidak pernah terpisah,
bahkan untuk sekalipun :)
siang dan malam kami selalu bersama.
Tuhan sudah takdirkan kami berdua,
bahkan untuk selamanya.
langit sangat setia kepadaku,
biarpun ada matahari yang selalu meneranginya,
dia akan tetap disini bersamaku.
dia tidak pernah berpaling, sekalipun.
biarpun ada bulan yang menggoda dengan keindahannya,
dia tak pernah lupa kepadaku.
langit sosok yang ideal untukku.
langit adalah kekasih sejatiku :)
namun suatu pagi,
badai datang mengganggu kami.
badai merusak, bahkan memisahkan jarak antara aku dan langit.
badai membuat semuanya kacau balau.
hingga aku menangis, dan turunlah hujan.
aku takut,
sangat takut jika langit tak lagi ada untukku.
aku mencintai langit, dan sangat mencintainya :(
langit takkan pernah bisa tergantikan oleh apapun.
hingga siang menjelang,
tiba-tiba badai berlalu,
dan langit kembali padaku,
langit membawakan sejuta senyum untukku,
langit... oh langit,
aku tak bisa berkata lagi...
hujan pun berhenti dan Tuhan memberi hadiah untuk kami,
untuk kami yang saling bertahan biar badai menerjang,
lukisan ini... lukisan indah dari Tuhan.
kebahagiaan yang Tuhan beri takkan pernah tertandingi,
ini dia.. Pelangi.
terimakasih Tuhan.