Senin, 01 Juli 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

Beginilah Caraku Mencintaimu

Beginilah Caraku Mencintaimu

Airmata...

Saat engkau berlinang airmata, kemarilah…
kuhapus airmatamu…
Kasih, ketahuilah, bahwa sebagaimana tumbuhan yang tumbuh dan berkembang dengan air, maka setiap tetes airmata itu… sebenarnya jua membuat jiwa dan hatimu tumbuh dan berkembang… percayalah…
Airmata membuat jiwa kita semakin bercahaya.
Berhentilah menangis, kekasihku…
Airmatamu ibarat lilin yang membuatku meleleh…
Airmata cinta serta mata air kasih…
Inilah yang membuat kisah kita abadi…
saat seseorang meneteskan airmata… sesungguhnya hatinya butuh belaian… jiwanya rindu sentuhan…
Sungguh, kata-kata mesra penuh cinta darimu yang dapat menjadi obat mujarab untuk ku.

Benci

Maaf, dalam kamus kehidupanku… sungguh tak ada kata “benci”.
Saat aku mencintaimu, padahal engkau membenciku… aku hanya berpikir bahwa engkau belum membuka pintu hatimu…
Semakin kau membenciku, semakin aku mencintaimu… Ketahuilah bahwa api kebencian yang berada di hati seseorang itu sesungguhnya adalah nyala lilin yang menghangatkan hatinya dan menerangi jiwanya. Jagalah api itu, jangan sampai terlalu besar, atau berkobar…
Kebencian adalah bahasa cinta saat merindukan kebenaran.
Kebencian adalah kidung sendu jiwa saat menantikan penyatuan dengan sang Kekasih.

Bosan

Mengapa harus bosan padamu…? Engkau memiliki yang tak kumiliki.
mengapa mudah bosan? setiap orang itu sebenarnya memiliki bakat dan potensinya, yang saling melengkapi satu sama lain…
Maaf, jangan pernah mengatakan bosan atau benci padaku …
Pernahkah kehidupan mengajarimu tentang keduanya? Pernahkah aku mengatakannya padamu?

Cinta

Semoga kita segera dipersatukan dalam Cintakasih-Nya.
Aku akan selalu mendukungmu untuk mewujudkan semua mimpi-mimpimu…
Inilah bukti cintaku…
Cinta adalah salah satu alasan Allah untuk menjadikan manusia ADA.
Saat jiwa bernyanyi… tunas-tunas kasih bersemi… kuncup mawar mekar berseri…
Beginilah cinta bermelodi.
Kasih, kutahu… engkau mencintaiku, melalui sorot mata, saat engkau menatapku… begitu damai, begitu teduh… aku selalu merindukan… saat engkau menatapku…
Ku awali pagi dengan kecupan di keningmu, dan ku akhiri malam dengan kecupan di keningmu…
Beginilah caraku membahagiakanmu…
Aku yakin, tak ada cinta yang lebih tulus dari cintamu padaku…

Diam

Kalau aku diam… bukan berarti aku tak mencintaimu… bukan berarti cinta itu tiada lagi… Bukan pula berarti aku membencimu… Bukan berarti aku tak peduli…
Ketahuilah, sebenarnya aku hanya tak ingin membuatmu terluka…
Dalam diam, sebenarnya aku sedang berpikir…
sedang apa kau sekarang?
Dengan diam, sebenarnya aku termenung…
apakah selama kau bersamaku, kau telah merasakan kebahagiaan; seperti kebahagiaan yang telah kurasakan saat aku bersamamu? Katakanlah…
Saat memandangmu sambil terdiam, sebenarnya aku diam-diam mengagumi lentik bulu matamu…
Bila engkau sedang bosan padaku… engkau boleh diam untuk sementara… namun jangan terlalu lama, ya… kumohon…sebab diammu dapat membuatku… mati perlahan-lahan… lidahku kelu…. tubuhku kaku… hatiku membeku… bersama waktu…

Kesetiaan

Engkau setia padaku, dan aku setia padamu. Bagiku, ini cukup.
Kesetiaan seseorang akan teruji oleh waktu.
Saat cinta bernyanyi, maka kesetiaan akan bersenandung.
Cinta dan kesetiaan ibarat sahabat akrab yang takkan terpisahkan. Bahkan maut takkan dapat memisahkan keduanya.
Tak perlu engkau mengatakan setia,
aku telah mengetahuinya, saat engkau menggenggam erat-erat tanganku…

Luka

Sebenarnya, tak ada satupun kata yang dapat melukaimu …
Prasangka dan persepsi dari pikiran kita sendirilah yang melukai diri sendiri.
Luka akan mendewasakan jiwamu, menempa hidupmu, untuk menghadapi luka lainnya yang mungkin akan lebih menyakitkan lagi…
Maaf, bila ada kata-kataku melukai hatimu…
Sungguh aku tak bermaksud melukaimu, meskipun hanya sesaat…
Bila engkau terluka, maka katakanlah, obat seperti apakah yang engkau inginkan? Katakanlah…
Kalau engkau terluka, segeralah kemari…
Ku obati luka itu.

Waktu

orang berjiwa besar takkan menyalahkan waktu!
Biarlah waktu yang membuktikan kesejatian cintaku padamu.
Berilah aku tambahan waktu untuk terus belajar mencintai dan mengasihi sesama….
Memahami perbedaan… Menebar damai…
Mewarnai dunia dengan persahabatan abadi dan Cintakasih sejati…
Semua kata yang lahir oleh sentuhan hati akan abadi…
terukir di setiap jiwa insani…
Semua makna yang dibesarkan dengan asuhan cinta akan hakiki… terpahat di setiap nurani...
Minggu, 24 Maret 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

Percakapan antara gue dan seorang pengamen di Metromini 07

Hari Kamis tanggal 15 Maret 2012 Pukul 17.00 WIB

@ Pengamen : tolong ya mba, mas, kak, ibu, adek bla bla bla bla bla .....

selesai dia berbelas kasihan sama orang-orang, tiba-tiba dia duduk di belakanga gue sambil nyanyi .. "manusia kadang lebih kejam dari pada seekor harimau, tralalalala ...."

gak lama dia pindah kesamping gue sambil nanya ..

@ A : sekolah dimana dek? *sambil senyum
@ M : di SMK DKI, bang ..
@ A : oh, 9 DKI itu yah? *sambil ngeliatin gue

sangking takutnya gue, gue jawab aja ..
@ M : iya bang ...
@ A : oh, disitu, kelas berapa, dek?
@ M : kelas 2 SMK bang ..
@ A : mmmbbb, tenang dek, gak usah takut sama abang, abang orang baik-baik, dulu juga abang sekolah di STM, tapi sekarang udah nggak, umur abang aja udah 25 tahun, beda jauh kan sama adek?
@ M : hehe, iya bang :)

dalam hati gue nanya-nanya, dia keluaran STM tapi kenapa gak bisa kerja yah? setau gue STM itu banyak di cari-cari di sorum mobil, dan gajinya juga lumayan.

@ A : abang juga kalo jahat gak ada gunanya dek, yang ada dosa, iya kan?
@ M : iya bang ..
@ A : Tuhan juga tau apa yang kita lakuin selama di dunia ini, orang baik pasti balesannya baik juga, nah orang jahat juga balesannya pasti jahat. Tuhan kan adil dek ..
@ M : iya bang ..
@ A : banyak orang mandang abang tuh cuma sebelah mata, walaupun abang bertato kaya gini, abang juga gak jahat-jahat kaya orang-orang lainnya, abang juga mikir, kalo jahat tar masuk penjara, belom lagi dosanya, abang gak mau kaya gitu dek ..
@ M : iya bang ..

sekilas otak gue muter :
"ni orang bisa punya tato dari mana uang buat bikinnya yah? makan aja dia masih minta kaya gitu .. ketahuan uangnya buat beli makan bang, dari pada bikin tato, kenyang kaga sakit iya .. o_O "

@ A : didunia ini kan serba DUA kehidupan dek .. ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang baik, ada yang jahat, ada yang sombong, ada yang rendah hati, ada yang pinter, ada yang bodoh, mungkin abang ini termasuk yang jelek-jeleknya, dan adek termasuk yang bagus-bagusnya, makannya dek, adek banyak bersyukur atas apa yang adek dapet, jangan jadi orang sombong, hargai orang kecil ..

@ M : iya bang ..

padahal sih gue tau, dia nyindir ibu-ibu yang ada di samping dia, cuma gara-gara gak dikasih uang. yah, gpp lah, masukan buat gue dalam materi kehidupan.

@ A : rumah adek emang dimana?
@ M : didaerah Jakarta Pusat, bang ..
@ A : kok, adek ke arah pulogadung?
@ M : iya bang, mau ketemu temen dulu ..
@ A : kenapa gak pulang dulu? kan kalo udah pulang enak mau main kemana-mana, orang tua juga gak khawatir sama adek, kasihan lo orang tua di rumah dek ..
@ M : kan udah ijin bang tadi pagi ..
@ A : ya tetep aja, dek, pulang dulu, makan dulu, ijin lagi sama orang tuanya ..
@ M : iya bang ..

padahal sih tadinya gue udah pulang dari SMIP naik 07, mumpung gantungan kunci gue ilang, gue turun di Pasar Cempaka dan balik lagi ke SMIP buat nyari tuh gantungan, bukan buat nemuin temen gue :'(

@ M : bang, turun duluan ya ..
@ A : oh iya dek, hati-hati ya dek, jaga diri baik- baik ..
@ M : iya bang ..

dan sampainya di SMIP, gue ga nemuin tuh gantungan kunci, parahnya lagi sekolah udah di kunci, alamat gue gabisa cari di dalem ..

hoalagh, yowes lah, 10.000 ga berarti apa-apa dibanding ceramahan pengamen tadi .. makasih loh, bang :D