Jumat, 03 Juli 2015 | By: Mardhiah Fitriyani

Takdirkah ini? Atau sebuah penyia-nyiaan?


Nggak nyangka aja, pukul 20.00 gue kepikiran untuk liat nilai di WEBSITE kampus gue. Penasaran. Nilai apa sih yang udah keluar?
Atau sama sekali belum ada yang keluar? Ntahlah. Tapi faktanya yang ada, waktu gue buka... Jeng!!! Jeng!!!! Beberapa nilai sudah terpampang jelas di daftar nilai dan sedikit agak membuat gue shock dengan hasilnya.
Bukan karena gue bangga atau seneng dengan nilai yang gue dapat. Tapi karena nilai gue yang kurang memuaskan.
Iya, gue kecewa. Kecewa banget terutama sama diri gue sendiri. Gue nggak ngerti kenapa, apa ini takdir atau emang sebuah penyiaan yang nyata.
Intinya, gue kecewa sama diri gue yang sudah menyia-nyiakan kesempatan yang dikasih sama Dosen, sampai akhirnya gue dapet nilai C untuk yang ketiga kalinya.
Cukup puas, iya. Sangat cukup. Dan ini untuk yang terakhir kalinya. Gue gamau ulang lagi, cukup bermalas-malasan di semester ini. Nggak lagi untuk semester lima yang akan gue masuki besok.
Andai waktu bisa gue putar, gue bakal rajin masuk kelas, bakal rajin nerima pelajaran, bakal rajin belajar, tapi sayang... mereka sepertinya terlalu sayang sama gue, sampai gue dikasih nilai C untuk benar-benar mempelajarinya.
Ini keteledoran gue untuk yang terakhir kali...
Sabtu, 27 Juni 2015 | By: Mardhiah Fitriyani

I'm giving up...

Hidupku kini banyak berubah. Tak lagi sedamai dulu, dan tak lagi seasyik dulu. Apa ada yang bisa mengatakan apa yang terjadi denganku sekarang? Ku mohon beri tahu agar aku bisa keluar dari waktu ini.

Hei, bagaimana rasanya jika dirimu hidup didalam rutinitas yang membosankan? Dan selalu banyak orang didalamnya yang terlalu monoton. Atau mungkin, kau tahu rasanya hidup dengan beban begitu berat dikedua pundakmu? Ohhh, andai ada yang bisa menceritakannya lebih dari apa yang ku ceritakan. Mungkin, aku akan sedikit menerima apa yang terjadi sekarang.

Kau mengerti? Tak ada lagi kata lain selain bosan yang ada. Menghabiskan waktu untuk diri sendiri pun tak bisa. Apalagi untuk teman dan keluarga. Hal yang sangat mustahil ku rasa.

Sering aku berfikir untuk lari sejauh-jauhnya. Bersembunyi ke tempat yang tak dimana banyak orang tahu keberadaanku, lari dari kenyataan tepatnya. Tapi apa daya? Tangan kaki pun tak sampai untuk menggapai, hati fikiran pun selalu berbalik lagi dan gelisah adalah pelabuhan terakhir dari semua rasa.

Aku tak pernah mengerti, bagaimana bisa mereka hidup didalam rutinitas yang sedemikian membosankannya, dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Ntah, apa aku yang salah menempatkan posisi, ataukah mereka yang memang suka dengan hal seperti itu.

Kau tahu? Saat-saat seperti inilah aku ingin menghabiskan segala waktuku dengan orang-orang yang kusayang. Ingin menumpahkan segala rasa yang selama ini tersimpan dan tertata cukup buruk di dalam hati. Ingin bermanja dalam dekapan kasih sayang-Nya dan kasih cinta-Nya yang membuatku sampai detik ini bisa berdiri dengan kokohnya. Ingin segera berhenti tepatnya.

Aku sudah sangat lelah. Faktanya, aku bukanlah orang yang nyaman dalam kondisi ini. ini bukan dunia ku lagi, ini bukan kenyamananku lagi, dan perlahan hatiku pun tidak akan ada disini lagi. Hilanggg....


Dan aku menyerah...