Rabu, 25 Desember 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

AKHIR TAHUN TANPAMU


malam semakin larut, bunyi petasan dan bercak kembang api mulai terdengar dan terlihat. malam ini adalah malam tahun baru, dan esok 2014. tahun baru, bulan baru, hari baru, harapan baru, tapi sama sekali tak ada yang baru dihidupku. aku masih saja menetap pada yang sama sejak bulan sembilan itu berlalu.
aku berdiam diri di kamar, tak ada yang berubah sedikitpun, semua tetap pada posisinya, tapi akankah kesamaan ini masih tetap sama seperti kesamaan kita dihari kemarin?

aku beranjak dari tempat tidur, mengobrak-abrik kenangan disebuah kotak dan ponsel yang selama ini menemaniku. ya, kenangan itu masih tersimpan dengan baik bersama mimpi dan harapan yang tak terwujud. aku membukanya perlahan-- pedih rasanya. melihatmu pergi begitu saja seakan tak pernah terjadi apa-apa diantara kita, dan seketika aku tahu dengan mudahnya aku tergantikan, itu semakin membuat lukaku lama untuk mengering.

ku buka pesan-pesan yang masih menetap diponselku, membacanya dan aku melihat waktu, ohhh betapa manisnya kita dihari kemarin. aku diam, menatap tiap sudut kamar dengan mata berkaca-kaca, lalu hati bicara "ada apa dengan kita dihari ini?"
sekali lagi, kenangan ini masih melekat jelas difikiranku sejak kamu melangkah pergi semakin jauh, semakin jauh, dan semakin sangat jauh hingga aku tak dapat mendefinisikan keberadaanmu saat ini.

masih melekat didalam memory, kita yang merasa sempurna saat kita saling melengkapi, masih terasa hembusan nafasmu saat kau ungkapkan sayang ditelingaku, segalanya masih terasa hingga jelas dan aku menyadari bahwa ternyata kini aku sendiri.
ingatkah? kita pernah merasa bahagia saat kita saling mencintai, saling mengungkapkan cinta walaupun itu hanya lewat ponsel. lalu, jika benar ini adalah kebahagiaan, mengapa kita berpisah begitu saja?

disini, dikamar ini, aku masih saja asyik mengobrak-abrik kenangan tentang kita. kotak dan ponsel itu seakan jadi satu-satunya tempat untuk menyimpan kenangan kita selama 21 bulan lebih kita bersama. pukul 12 malam berlalu. sekarang tahun baru 2014, "selamat tahun baru untukmu disana". ucapku dalam hati dan aku melanjutkannya dengan do'a.
dimalam ini, didalam jarak yang tak begitu jauh, tapi tetap pada satu langit yang sama, aku berharap tentang kita ditahun yang akan datang. berharap tentang hal-hal yang mungkin esok tak bisa kita lakukan bersama. semoga kamu disana merasakannya.

ingin sekali aku berharap bahwa semua ini adalah mimpi buruk yang terjadi dalam tidurku, dan aku akan menguncimu dan menutup hatiku rapat-rapat hingga kau tak benar-benar pergi dari sini. tapi kenyataan berucap bahwa ini adalah sebuah realita pahit.


selamat malam tahun baru tanpamu :)
02 September 2013 - 31 Desember 2013
Jumat, 06 Desember 2013 | By: Mardhiah Fitriyani

INI TULISANKU, BERDIRI SENDIRI TANPAMU


itu kata yang terucap dibibir sore ini.
tapi lihatlah apa yang ku tulis sekarang.
lagi-lagi tentangmu yang tak pernah bisa ku hilangkan.
bukan tak bisa katamu, tapi aku yang tak pernah mau mencoba.

ya, aku memang tak pernah mau mencoba.
tak akan pernah! bahkan untuk sekalipun.
bukan karna aku tak mampu, aku ingin bahkan sangat ingin melupakanmu.
tapi hati dan logika berbalik lagi ke arahmu setelah aku mencoba pergi dan hilangkan mu dari sini!
aku terperangkap, dalam ruang yang bernama hati.

hari ini, kamu kembali.
menoleh lagi padaku, untuk mengulang apa yang pernah terjadi.
tapi lihat, aku sama sekali tak melihat hatimu menoleh lagi kesini.
apa yang sebenarnya terjadi dengan kita saat ini?
kamu menjelaskan semuanya, aku diam, kamu mulai genggam tanganku, lalu aku menangis.
itu hal yang jarang, bahkan tak pernah lagi terjadi saat bulan sembilan itu berlalu.
itu salah satu hal yang ku rindukan, sayang.
genggaman tanganmu yang buatku merasa tenang.
aku menangis sejadi-jadinya saat semua yang ada disini tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata lagi.

"maaf, jika perhatianku ini salah"

begitu katamu, lalu kamu beranjak dan melangkah pergi.
aku mulai angkat bicara, bicara semua yang aku rasa selama ini. selama kamu tak ada disini tepatnya.

"aku gak bisa"

Kamu genggam tanganku, dan raih tubuhku untuk kamu dekap.

"aku kangen. aku kangen kita yang dulu. yang suka jalan bareng, keluyuran gajelas, ngobrol bareng, yang tiap malam kalo aku kebangun aku recokin kamu, mimpi bareng. aku capek, aku pengin kamu ada untuk sms aku tiap pulang kuliah, temenin aku ngobrol sampe larut malam."

kamu genggam tanganku lagi.

"pernah gak sih kamu merasa kaya gini?"

pernah jawabmu.

"kamu fikir aku gampang melupakanmu? ini gak mudah, dhiah. kamu perempuan yang nyakitin aku tapi aku dengan bodohnya masih terima kamu."

aku diam.

"kemarin, teman-teman baca blog ku, aku posthing puisi-puisi yang pernah kamu kasih sama aku, mereka tanya aku "ini setiap anniv dikasih, mar?" ku jawab ya. lalu dia pujimu, Zuhri romantis ya.. sambil membayangkan kalo lelaki yang mereka punya sekarang sepertimu. lalu kapan kamu buat puisi untukku lagi?"

"hatiku sudah mati"

aku hanya diam.
dan waktu berlalu begitu saja.
begitu cepat mengupas semua kenangan yang pernah terjadi antara kita.
lalu kamu pulang.

"kapan kita bisa jalan lagi? jangan lupa makan, jangan nakal, sekolah yang bener, rambutnya potong biar rapi, jangan lupa shalat!"

dan, lagi-lagi adanya perpisahan antara kita..

"It's late at night and neither one of us is sleeping, I can't imagine livin' my life after you gone. I keep on searching for the reason "why we went wrong? where is our yesterday?" you and I could use it right now"

ini lagu yang kamu beri untukku, Just Take My Heart.