Sabtu, 04 Juli 2015 | By: Mardhiah Fitriyani

Kala Rindu Tak Terbendung

Apa yang bisa dilakukan? Kala rindu kunjung telah tiba, tapi kita tak bisa menatap satu sama lainnya.

Apa yang bisa dilakukan? Kala kita menatap langit yang sama, tapi tak bisa duduk berdampingan.

Apa yang bisa dilakukan? Selain menikmatinya sendiri tanpa pembalasan yang nyata.

Tak ada lagi, kita tak pernah bisa melakukannya lagi lebih dari ini. Takkan pernah bisa.

Sedemikian banyak waktu yang tercipta untuk kita, takkan pernah cukup bila itu bukan waktunya.

Aku tau, sabar adalah salah satu jalan yang harus sama-sama kita tempuh untuk ini.

Dan penantian hingga datangnya kamu adalah pekerjaanku yang mungkin akan sedikit membuatku bosan.

Oh, tapi tenang saja. Aku takkan pernah berlari untuk kau kejar, dan aku takkan bersembunyi untuk kau cari.

Kata salah seorang teman, Cinta itu tak pernah sebercanda itu. Maka dari itu, aku akan tetap menantimu.

Hei, tapi sampai kapankah? Kadang hati tak selalu sependapat dengan logika, bukan?

Cepatlah datang, bawalah kebahagiaan kepadaku dan bersegeralah membawaku pergi.

Bawa aku pergi ke tempat dimana hanya ada kebahagiaan disana,
tapi jangan lupa untuk selalu ingatkanku tentang kesedihan yang akan menghampiri.

Dan kita akan selalu hidup berdampingan, sampai kekekalanpun habis diambil oleh-Nya...
Jumat, 03 Juli 2015 | By: Mardhiah Fitriyani

Takdirkah ini? Atau sebuah penyia-nyiaan?


Nggak nyangka aja, pukul 20.00 gue kepikiran untuk liat nilai di WEBSITE kampus gue. Penasaran. Nilai apa sih yang udah keluar?
Atau sama sekali belum ada yang keluar? Ntahlah. Tapi faktanya yang ada, waktu gue buka... Jeng!!! Jeng!!!! Beberapa nilai sudah terpampang jelas di daftar nilai dan sedikit agak membuat gue shock dengan hasilnya.
Bukan karena gue bangga atau seneng dengan nilai yang gue dapat. Tapi karena nilai gue yang kurang memuaskan.
Iya, gue kecewa. Kecewa banget terutama sama diri gue sendiri. Gue nggak ngerti kenapa, apa ini takdir atau emang sebuah penyiaan yang nyata.
Intinya, gue kecewa sama diri gue yang sudah menyia-nyiakan kesempatan yang dikasih sama Dosen, sampai akhirnya gue dapet nilai C untuk yang ketiga kalinya.
Cukup puas, iya. Sangat cukup. Dan ini untuk yang terakhir kalinya. Gue gamau ulang lagi, cukup bermalas-malasan di semester ini. Nggak lagi untuk semester lima yang akan gue masuki besok.
Andai waktu bisa gue putar, gue bakal rajin masuk kelas, bakal rajin nerima pelajaran, bakal rajin belajar, tapi sayang... mereka sepertinya terlalu sayang sama gue, sampai gue dikasih nilai C untuk benar-benar mempelajarinya.
Ini keteledoran gue untuk yang terakhir kali...