Selasa, 25 November 2014 | By: Mardhiah Fitriyani

TERKADANG, NAMA ITU SEBAGAI PENGINGATKU


Selamat Malam, untuk kamu yang sedang dalam perjalanan :)
Ntah kenapa, hari ini rasanya hujan kangen berat sama kamu, sampai-sampai Ia tak jua berhenti menangis. Mungkin Ia ingin bertemu dikala-kala seperti ini, dikala Ia tak pernah bersua dalam beberapa hari terakhir. Bukankah Handphone salah satu cara untuk melepas rindu? Tidak, maksudku tidak hanya dengan itu, belum cukup malahan. Aku ingin jumpa! Jumpa dalam kepastian yang akan membuat sebuah tangisan berhenti, Matahari... ya, kamu orangnya!

Rindu kepadamu memang satu hal yang salah. Jangankan untuk rindu, menyukaimu saja adalah hal yang tidak sepantasnya aku lakukan. Tapi, bukankah kita berhak untuk mencintai seseorang? Ia, sangat berhak dan itu adalah HAM alias Hak Asasi Mencintai. Namun jangan sampai menyakiti hati orang lain, mencintailah dalam diam, kurasa itu lebih anggun walaupun tak seorangpun tahu.

Hari gini masih ngomongin cinta? Mending urusin kuliah dulu baru cinta-cintaan! Seharusnya sih begitu, tapi apa boleh buat? Kita manusia, aku, kamu, dia, kita, mereka, pasti punya hati dan pasti akan merasakan yang namanya jatuh cinta, ya kan? Iya, dan itu pasti bukan mungkin. Kadang, sering nyesek sendiri (*bukan bengek) kalo ada orang yang ngomong kayak itu. Sering pengin samperin itu orang, terus gambar lope-lope dimukanya dia biar tahu apa yang dirasa. Sayangnya, itu orang, bukan buku gambar.

Dia kan udah punya pacar, mending jatuh cinta ke orang lain aja! Iya, memang kamu kira jatuh cinta hal yang mudah? Untuk Move on aja susah, apalagi untuk kembali percaya ke orang lain. Ya usaha dong! Coba kamu usaha dulu, kalo kamu sukses, nanti aku ikutin kamu. Gimana? Ngapain, kan udah punya pacar, ngapain jatuh cinta lagi. Loh? Yang menikah aja bisa bercerai gara-gara selingkuh, apalagi yang cuma pacaran, think Smart please :)

Terkadang, seketika cuaca bisa berubah sangat panas saat mengintip yang terkasih sudah mengasihi yang lain. Terkadang pula, rasa itu meledak dengan percuma yang akhirnya membuat air mata jatuh dari sudut penglihatan. Terkadang, nama itu pun sebagai pengingat, tepatnya pengingatku bahwa kamu tak mungkin aku miliki sekarang. Namun, ntah nanti bagaimana. Berserah diri saja :)