Selamat Malam, untuk kamu yang sedang dalam perjalanan :)
Ntah
kenapa, hari ini rasanya hujan kangen berat sama kamu, sampai-sampai Ia tak jua
berhenti menangis. Mungkin Ia ingin bertemu dikala-kala seperti ini, dikala Ia
tak pernah bersua dalam beberapa hari terakhir. Bukankah Handphone salah satu
cara untuk melepas rindu? Tidak, maksudku tidak hanya dengan itu, belum cukup
malahan. Aku ingin jumpa! Jumpa dalam kepastian yang akan membuat sebuah
tangisan berhenti, Matahari... ya, kamu orangnya!
Rindu
kepadamu memang satu hal yang salah. Jangankan untuk rindu, menyukaimu saja adalah
hal yang tidak sepantasnya aku lakukan. Tapi, bukankah kita berhak untuk
mencintai seseorang? Ia, sangat berhak dan itu adalah HAM alias Hak Asasi
Mencintai. Namun jangan sampai menyakiti hati orang lain, mencintailah dalam
diam, kurasa itu lebih anggun walaupun tak seorangpun tahu.
Hari
gini masih ngomongin cinta? Mending urusin kuliah dulu baru cinta-cintaan! Seharusnya
sih begitu, tapi apa boleh buat? Kita manusia, aku, kamu, dia, kita, mereka,
pasti punya hati dan pasti akan merasakan yang namanya jatuh cinta, ya kan? Iya,
dan itu pasti bukan mungkin. Kadang, sering nyesek sendiri (*bukan
bengek) kalo ada orang yang ngomong kayak
itu. Sering pengin samperin itu orang, terus gambar lope-lope dimukanya dia biar tahu apa yang dirasa. Sayangnya, itu
orang, bukan buku gambar.
Dia
kan udah punya pacar, mending jatuh cinta ke orang lain aja! Iya, memang kamu
kira jatuh cinta hal yang mudah? Untuk Move on aja susah, apalagi untuk kembali
percaya ke orang lain. Ya usaha dong! Coba kamu usaha dulu, kalo kamu sukses,
nanti aku ikutin kamu. Gimana? Ngapain, kan udah punya pacar, ngapain jatuh
cinta lagi. Loh? Yang menikah aja bisa bercerai gara-gara selingkuh, apalagi
yang cuma pacaran, think Smart please :)
Terkadang,
seketika cuaca bisa berubah sangat panas saat mengintip yang terkasih sudah
mengasihi yang lain. Terkadang pula, rasa itu meledak dengan percuma yang
akhirnya membuat air mata jatuh dari sudut penglihatan. Terkadang, nama itu pun
sebagai pengingat, tepatnya pengingatku bahwa kamu tak mungkin aku miliki
sekarang. Namun, ntah nanti bagaimana. Berserah diri saja :)
