Sabtu, 19 Mei 2012 | By: Mardhiah Fitriyani

Aku Dan Dia


hai, namaku mardhiah fitriyani, aku duduk di sekolah menengah industri pariwisata di smip dki. yeah, tepatnya sekarang umur ku 17 th. terbiasa dengan yg namanya hobby menulis, aku menulis ini untuk sahabat ku sendiri.

"tentang aku dan dia"
a : hai, diem aja? namanya siapa?
m : hai juga. hehe, mardhiah. kamu?
a : april, rumahnya dimana?
m : itu, di kramat 1, tau?
a : oh, kramat 1 mananya? iya tau. gue di 1b.
m : hemp, gedung sih rumahnya, kapan2 main ya. :)

saat perkenalan pun gue udah ngerasa nyaman deket dia, ngobrol pun nyambung, dan gue fikir, dia cocok buat gue jadiin sahabat.
tahun 2004 tepatnya gue jadiin dia sahabat gue, yeah sahabat yg menurut gue amat sangat baik dan mengerti gue, walaupun umur gue sama dia ga beda jauh, gue lebih berasa dialah yg cocok jadi yg paling tua di banding sama gue.
kalian tau, gue sayang banget sama dia, banget banget banget banget. dan yg paling banyak tau masalah gue itu dia. yeah, dialah tempat curhat gue selama ini.
sampai gue lulus SD dan gue sekolah di SMPN 156, gue masih sahabatan sama dia.
nah, dari sini kesalahan gue.
waktu gue baru kelas 7 SMP, gue liat salah seorang kakak osis gue tuh baik, pinter, dan rajin ibadah. namanya Farid Bahari. gue akuin sih gue sempet suka sama dia, sampe hampir ketahuan sama guru tikom gue, tapi gue rasa gue gak cocok sama dia.
yeah secara dulu itu gue adalah sosok perempuan kecil yg badung, yg masih centil, yg masih males ibadah, yg otaknya pas2n, mana bisa gue dapetin tuh cowo.
akhirnya, gue comblangin tuh Farid sama April, dan cara gue berhasil.
berhasil gue temuin tuh anak dua, dan mereka pacaran. berapa lama yah? ada kali yah hampir 1 bulan, ah gue ga urus. :D
tapi mereka ga bisa bertahan lama, mengingat antara gue sama april jadi banyak perselisihan semenjak si farid hadir di tengah2 kita berdua. :(
mereka mutusin untuk putus, demi persabatan gue sama april. :')

ada 1 orang lagi, yg paling gue dan april sayang, dia kakak sepupunya april. dan masalah kita berdua, suka kita ceritain ke dia, dan solusinya juga lumayan manjur. #aseek.

namanya kak widhi, sekarang dia udah gak ada, dan mungkin udah gak akan pernah balik lagi. dia meninggal terserang kanker otak stadium akhir pada bulan may 2008.
jelas banget di ingatan gue, waktu gue masih ngaji sama april, kita masih saling contact2n antara jakarta dan tempat dimana dia ditugasin di daerah terpencil.
malamnya, gue dapet kabar dari temannya kalo kak widhi udah gak ada. disitu gue sama april ga bisa ngomong apa2, gak pernah terbayang di otak gue kalo kak widhi bakal tinggalin kita secepat ini.

cuma 1 mimpi yg masih gue inget.
disitu gue mimpi kalo gue dateng ke rumah duka tempat kak widhi, gue mandiin dia sambil nangis karna gak terima sama semuanya, sampe dia di kafanin dan dia diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya, gue masih nangis.
dan mimpi itu terjadi malem setelah gue dapet kabar kalo kak widhi gak ada.
gue gatau maksud mimpi itu apa, gue cuma duduk, bengong, sambil ngflashback apa aja yg udah pernah gue dan april lewatin sama kak widhi.

setelah 2 kejadian kak farid dan kak widhi itu, hubungan gue sama april makin runyam. hadirnya storis yg berhasil buat april berubah drastis, makin buat gue jadi gila karna gatau apa yg harus gue perbuat untuk balikin april ke keadaan dulu.

april sering kabur-kaburan, lebih sering berkorban buat itu cowo, pokoknya april bisa lakuin apa aja buat itu cowo. dan gue gak pernah liat april kaya gini sebelumnya.
tau kalo april udah berubah, keluarganya minta tolong sama gue untuk jaga april. sampe kemanapun april pergi, gue mau ikut sekalipun kantong gue lagi cekak. "/

yeah, jujur gue sedih liat april kaya begini. dia dihasut sama storis untuk pindah agama ke agamanya dia. dan gue gak bakal terima itu kalo april benar akan pindah agama.
hubungan mereka makin kesini makin kuat, gue rasa april di pelet sama storis. sampe lama-lama april itu bukan jadi april yg gue kenal.

dan makin lama makin kesini hubungan gue sama april juga gak seakrab dulu.
dia lebih mentingin storis dari pada gue.
kayanya tuh segala-galanya buat storis, dasar! Cinta ini memang buta "/

selepas itu, semenjak kelas 9, dan semenjak kita punya kehidupan masing-masing, gue lepas contact sama dia.
yang gue inget, terakhir kali gue tidur berdua sama dia, dia peluk gue, dia cium gue, seakan itu adalah tanda perpisahan kita berdua.
dan ternyata benar.

ada satu konflik salah paham antara keluarga gue sama april yg akhirnya buat gue dilarang keras untuk dekat sama dia. sedih sih, tapi mau gimana lagi?
keluarga gue udah larang gue masa iya gue harus langgar itu?

konflik itu terus ada dan terus berlangsung selama beberapa tahun terakhir. sampe di lebaran tahun 2009, april sempat sapa gue sebelum kita Shalat I'ed bersama. hati gue seneng banget waktu, dan gue pikir, waktu itu adalah waktu yang tepat buat perbaiki hubungan gue sama april yg makin memburuk.

tapi nyatanya nggak. setelah hari itu, April hilang lagi ntah kemana. sampe sekarang, dan sampe detik ini, gue gak pernah liat sosok dia lagi.
kadang, kalo khayalan gue lagi kambuh, gue suka berkhayal april ada disebelah gue, berbagi cerita satu sama lain beserta solusinya, huh. sayangnya itu cuma khayalan.

tapi, yasudahlah. mungkin april itu bukan benar sahabat gue, seperti apa yang Zuhri pernah bilang.
"ada langit di atas langit"
"pasti kamu akan dapatkan yg lebih indah dari april"
"sekarang, atau nanti, tapi pasti :)"

itu kata-kata yg bikin gue sedih terharu karena Zuhri masih mau ada disamping gue, saat gue kangen sama April :')
Sabtu, 12 Mei 2012 | By: Mardhiah Fitriyani

Yang Ku Ketahui



Cinta bagaikan panggung sandiwara, kau bagai actor berlaga dan aku bak aktris yang menari bersama, memadu kasih dalam indahnya alur cerita, gemuruh tepuk tangan menjadi sejarah cinta kita.
Tapi, aku tahu… Dia punya senyum yang seribu kali lebih manis dari senyumanku… Aku tahu… Dia punya mata yang seribu kali lebih elok dariku… Dan aku juga tahu… Dia menempati posisi yang seribu kali lebih penting dariku, dia jauh lebih berarti dariku di matamu, dan aku berpuluh-puluh ribu kali lebih tahu… Kalau aku tidak akan pernah melekat dihatimu, aku hanya menempati tempat yang seribu kali lebih dibawah ingatanmu, bahkan logikamu saja tidak akan pernah bisa menerjemahkan keberadaanku…
Tapi yang perlu kau tahu… Cintanya tidak akan pernah lebih besar dari cintaku, pengorbanannya tidak akan pernah bisa melampaui pengorbananku, cintanya akan berakhir dengan jalan melukaimu, dan saat itulah karma akan berlaku terhadapmu yang pernah menyia-nyiakan aku… Kau akan mencariku dan berkata yang tak pernah kau katakan terhadapku… “Bahwa aku sejuta kali lebih baik dari dia…” itu katamu.
Untuknya…
“Karena dia memang yang terbaik dimatamu, tapi aku yakin, aku akan jadi yang terbaik dihatimu…”

Kata Terakhir



Bila kau izinkan aku berkata…
Akan aku ucapkan ayat-ayat cinta untuk menyambut namamu…
Aku ingin berlari kearahmu dan berkata…
“Cukuplah semua yang aku rasakan saat ini untuk mencintaimu…”
     
      Bila kau menginginkan kejujuran, inilah kenyataan….
      Aku tak pernah bisa mencegahnya…
      Mencegah rasa cinta yang terus tumbuh dihatiku…
      Yang aku inginkan adalah sebuah kesetiaan yang tulus darinya…

Aku harap jangan pernah cintaku ini hanyalah buta…
Jika kau bolehkan aku bertanya…
Akan aku ucapkan ini padamu…
“Adakah sedikit diriku dalam hatimu…?”

Mencintaimu Dengan Sederhana :)

Sepertinya aku mencintaimu dengan sederhana..
Ya sederhana.. Bahkan sangat sederhana..
Tak perlu ada kata cinta..
Tak perlu ada kata sayang..
Tak perlu ada perhatian..
Bahkan tak perlu ada pengorbanan..

Aku suka tertawa dan becanda denganmu..
Aku suka berbincang denganmu..
Aku suka membuatmu marah dan kesal setiap waktu..
Aku suka melewatkan waktu bersamamu..
Walau tak ada sepatah kata cintapun di antara kita..
Dan saat itu, waktu serasa cepat sekali berputar..
Aku tak mau itu cepat berlalu..

Aku suka melihatmu, memandangmu, dan mengagumimu..
Aku suka senyummu yang menyejukan hatiku..
Walau senyum itu entah untukku atau bukan..

Aku suka kau sering menari-nari di kepalaku..
Tarian dan bayangmu begitu indah..
Aku suka kata2mu yang sering kali menggelitik hatiku..
Membuatku tersenyum, bahkan membuatku kecewa..
Namun, aku tak peduli.. Aku suka..
Yaa.. aku suka kamu..

Dan..
Jangan paksa aku mencintaimu lebih dari ini..
Karena sekarang, aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana..
Sesederhana sikapku kepadamu..
Dalam kecuekanku.. Dalam senyumku..
Dalam pandangan mataku.. Dan dalam hatiku..

Mencintaimu dengan sederhana..
Sesederhana aku apa adanya..
Dan sesederhana kamu apa adanya..
Biarkan semua mengalir apa adanya dengan sederhana..

Seperti kata Sapadi Djoko Damono..
“aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu pada api yang menjadikannya abu.. aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Seperti isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..”

Cinta sederhana ternyata lebih indah ^_^

*Spesial buat kamu yang jauh disana..
nantikanku di batas waktu.. :)